Sabtu, 22 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TAX HOLIDAY: Bangun Pabrik Ethanol, Celanese Minta Insentif

Riendy Astria   -   Jum'at, 03 Mei 2013, 14:03 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA- Celanese, perusahaan kimia asal Amerika Serikat, meminta tax holiday  sebagai insentif dari rencana pembangunan pabrik ethanol dari gasifikasi batu bara.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan pemerintah sangat mendukung pengolahan batubara berkalori rendah (low rank coal) untuk dijadikan gas atau bahan kimia lainnya. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung Celanese untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik gasifikasi batu bara.

“Investasi mereka besar hingga US$2,5 miliar, nanti menghasilkan ethanol. Yang pasti sudah ada pembicaraan soal insentif, itu tax holiday, tetapi memang belum sampai situ, biar nanti diajukan,” kata Hidayat usai menerima perwakilan dari Celanese di Kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (3/5/2013).

 Adapun lokasi pembangunan pabrik masih belum ditentukan. Namun, kemungkinan besar akan dibangun di Palembang, Sumatera Selatan atau Bontang, Kalimantan Timur. “Butuh lahan sekitar 150 hektare, ini masih dipertimbangkan.”

Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Tony Tanduk mengatakan Celanese akan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk produksi ethanol. Nantinya, dengan pengolahan/pencairan (gasifikasi) batu bara sebanyak 5 juta ton per tahun, akan menghasilkan ethanol sekitar 1 juta per tahun.

“Nantinya bisa menghasilkan juga propilene dan dymethil eter,” ujarnya. Adapun pembangunannya, bisa dimulai setelah mendapatkan kepastian lokasi.

Pengolahan batubara berkalori rendah (low rank coal) menjadi gas dinilai akan memaksimalkan sumber daya yang ada. Selama ini,  yang banyak dimanfaatkan adalah batubara berkalori tinggi dan medium. Padahal, kalau batu bara berkalori rendah diolah, bisa menjadi sumber energi primer, misalnya diubah menjadi gas.

Dengan mengubahnya menjadi gas, diharapkan bisa memberikan nilai tambah ketika dijual, dibandingkan saat menjualnya dalam bentuk batubara. Sebab, dari bentuk gas sintetik itu bisa bisa diturunkan menjadi berbagai bentuk lainnya, seperti liquid atau cair, dimethyl eter (DME), metanol, dan bahan kimia lainnya. 

Dimethyl ether sendiri dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar gas untuk gas transportasi dan rumah tangga. Kebanyakan low rank coal yang dipasok untuk kebutuhan dalam negeri berada di bawah enam ribu kilo kalori per kg. Adapun, yang berada di atas enam ribu kilo kalori/kg dipakai untuk memenuhi permintaan ekspor, seperti ke Jepang, Korea, dan Taiwan.

Celanese adalah sebuah perusahaan kimia berasal dari Dallas, Texas, Amerika Serikat. Perusahaan ini memproduksi zat-zat kimia, serat, obat-obatan dan plastik, seperti termoplas selulosa asetat yang digunakan dalam produksi filter rokok.

Celanese diklaim sebagai produsen produk asetil terbesar di dunia, termasuk asam asetat, monomer vinil asetat dan poliasetal (POM). Celanese beroperasi di Amerika Utara, Eropa dan Asia, termasuk joint venture di China.


Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.