Rabu, 24 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

ASURANSI PENERBANGAN: Maskapai Jadi Makin Untung karena Tren Ini

John Andhi Oktaveri   -   Rabu, 08 Mei 2013, 11:09 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Maskapai penerbangan akan diuntungkan akibat rendahnya biaya asuransi setelah jumlah klaim turun selama sepertiga tahun berjalan menyusul turunnya tingkat kecelakaan.

Sementara kompetisi yang makin ketat di antara perusahaan asuransi kian menurunkan nilai premi.

Nilai klaim turun 20% tahun lalu hingga US$924 juta setelah premi merosot 11% percent ke posisi US$1,61 miliar, menurut perusahaan pialang asuransi Aon Risk Solutions, Rabu (8/5/2013).

“Untuk sebuah industri dengan basis biaya yang sangat tidak fleksibel, perusahaan asuransi tentunya memainkan perannya dalam memberikan persentase penghematan biaya yang signifikan selama tahun 2012,” menurut pialang tersebut.

Maskapai penerbangan sejak beberapa tahun terakhir mencatat penurunan jumlah kecelakaan yang untuk pesawat buatan negara Barat yang mendominasi di kota-kota besar.

Tingkat kecelakaan turun ke angka 0,2 kecelakaan per satu juta pergerakan pesawat per tahun dari 0,37 per tahun pada tahun sebelumnya, menurut data International Air Transport Association (IATA).

“Prospek pembelian asuransi penerbangan pada 2013 sangat positif,” ujar Simon Knechtli, kepala bagian penerbangan Aon Risk Solutions sebagaiman dikutip Bloomberg.


Source : Bloomberg

Editor : Yoseph Pencawan

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.