Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

PUSAKA AGRO: Dinas Kehutanan Jamin Kayu Tebangan Belum Dikeluarkan

Fatkhul Maskur   -   Rabu, 08 Mei 2013, 11:36 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, TIMIKA—Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Mimika Sahrial menjamin PT Pusaka Agro Lestari (PAL) belum pernah mengeluarkan kayu-kayu dari lokasi penebangan di areal perkebunan sawit untuk dikirim ke luar daerah.

Sahrial menyatakan perusahaan tersebut hingga saat ini belum pernah mengeluarkan kayu-kayu dari lokasi penebangan untuk dikirim ke luar daerah.

“Kayu-kayu yang ditebang di lokasi tanam sebagian kecil dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan karyawan dan selebihnya belum dimanfaatkan,” ujarnya seperti dikutip Antara Rabu (8/5/2013).

Padahal, katanya, PT Pusaka Agro telah membayar Provisi Sumber Daya Hutan-Dana Reboisasi (PSDH-DR) ke pemerintah.

Pada masa mendatang, menurut Sahrial, perusahaan itu akan membangun tiga industri kecil pengolahan kayu, baik kayu keras, seperti insia dan damar, maupun kayu campuran untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Timika.

PAL merupakan anak perusahaan Noble Plantations Pte Ltd, dan berstatus sebagai perusahaan modal asing (PMA). Perusahaan ini dipimpin oleh Andries Lourens Du Pisani sebagai President Director, didamping oleh Prabakaran sebagai Plantation Director, dan Wijoyo Yasa sebagai General Affairs Director.

Perusahaan ini berencana membangun perkebunan di Kiyura, Mimika Barat, mencakup perkebunan sendiri, plasma, dan pengolahan minyak sawit dengan kapasitas 60 ton per jam. (mfm)


Editor : Fatkhul Maskur

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.