Sabtu, 20 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Asosiasi Maritim Tolak Monopoli Kegiatan Jasa Kepelabuhanan Pelindo III

Endot Brilliantono   -   Jum'at, 10 Mei 2013, 00:17 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SEMARANG – Forum Komunikasi Asosiasi Maritim (FKAM) Tanjung Emas menolak monopoli kegiatan jasa kepelabuhanan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang oleh PT Pelindo III, karena dapat mematikan perusahaan swasta lainnnya.

Ketua Harian FKAM, Eddy Raharto mengatakan saat ini salah satu monopoli PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang adalah pengusahaan kegiatan bongkar muat di Dermaga Pelabuhan Dalam, Tanjung Emas Semarang, di mana hanya Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang yang bisa opersional dikawasan itu.

“FKAM merupakan wadah asosiasi yang terdiri dari sembilan asosiasi pengguna jasa pelabuhan, seperti APBMI, ALFI, INSA, PELRA, GPEI, GINSI, ASDEKI, dan Organda Pelabuhan Tanjung Emas sepakat menolak bentuk monopoli Pelindo III di Tanjung Emas, karena mengancam keberlangsungan perusahaan swasta lainnya,” tuturnya, Kamis (9/5/2013).

Dia mengatakan saat ini bentuk monopoli PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang terjadi di kegiatan bongkar muat, namun kedepan dipastikan akan merembet pada pengusahaan jasa kepelabuhanan yang lainnya.

“Saat ini aktivitas bongkar muat di Dermaga Pelabuhan Dalam, Tanjung Emas hanya bisa dilayani oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang,” tutur Romulu Simangunsong, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jateng.

Menurutnya, apabila PBM swasta lainnnya ingin beroperasi di sana harus melakukan kerjasama dengan Pelindo III dan membayarkan imbal hasil kepada Pelindo III. Apabila tidak mau, lanjutnya, PBM swasta lainnnya hanya dapat melakukan bongkar muat dilokasi selain Pelabuhan Dalam dengan peralatan seadanya, seperti misalnya di Dermaga Ex-PLTU.

Pihaknya meminta Pelindo III lebih baik meningkatkan pelayanannya kepada pengguna jasa yang diarahkan untuk bersaing dengan pelabuhan lainnnya di negara-negara tetangga, utamanya ASEAN untuk menghadapi AEC 2015, dari pada bersaing dengan perusahaan bongkar muat lokal yang sudah ada selama ini.

“Kalau dihadapkan seperti ini, tentu kami lama-kelamaan akan bangkrut, tidak akan mungkin mampu melawan BUMN dengan dukungan fasilitas sarana dan prasarana pendanaan yang sangat besar,” ujarnya.

Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, Husninatul Ghasani menepis tuduhan monopoli Pelindo III di Pelabuhan tanjung Emas Semarang, terutama kegiatan bongkar kayu log, dan untuk Dermaga Pelabuhan Dalam memang untuk kegiatan bongkar muat curah kering dan log  khusus untuk PBM Pelindo III.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan mengingat perseroan telah mengeluarkan banyak investasi mandiri dalam pembenahan dan pembangunan dermaga itu.

“Tidak ada dominasi bongkar muat log oleh Pelindo III. PBM swasta tetap diperbolehkan bekerja sesuai order yang diterima di dermaga ex-PLTU. Untuk diketahui, saat ini kegiatan bongkar log di Tanjung Emas, 70% diantaranya masih di dominasi PBM swasta, dan sisanya 30% Pelindo III,” tuturnya.

Bahkan, lanjutnya mengingat tingginya intensitas bongkar log, Pelindo III bahkan memiliki rencana untuk membuatkan dermaga baru khusus kayu log berlokasi di Jalan Deli dengan dana mandiri dari Pelindo III.

Pelindo III selaku operator di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hanya menjalankan peran sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 17/2008 dan tidak pernah ada keinginan untuk mematikan PBM eksisting,” tuturnya. (k39/dot)


Source : Puput Ady Sukarno

Editor : Endot Brilliantono

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.