Selasa, 30 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Sriwijaya Air Buka Penerbangan Jakarta-Dili

M. Tahir Saleh   -   Jum'at, 10 Mei 2013, 21:53 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, DILI--Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menargetkan tingkat keterisian penumpang atau passenger load factor rute internasional Jakarta-Dili via Denpasar akan mencapai 85% setelah perseroan resmi membuka penerbangan perdana ke ibu kota Timor Leste itu pada hari ini, 10 Mei.

Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan pembukaan rute baru itu menambah rute penerbangan internasional perseroan menjadi tiga tujuan setelah sebelumnya melayani Penang dan Singapura.

"Penerbangan tadi ke Dili sudah capai 97 orang, kami berharap ke depan load factor kami bisa 85% dari total 120 jumlah kapasitas penumpang armada yang kami sediakan untuk melayani rute itu," katanya usai peresmian penerbangan pertama di Bandara Presidente Nicolau Lobato di Dili, Timor Leste, Jumat (10/5/2013).

Peresmian debut penerbangan ke Dili dari maskapai yang didirikan pada 10 November 2003 itu juga dihadiri oleh Ibu Negara Timor Leste Isabel da Costa Ferreira Vasconcelos, Sekretaris Negara, Wakil Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor Leste Flavio Neves, Duta Besar RI untuk Timor Leste Primantor Hendrasmoro, jajaran manajemen Sriwijaya Air, dan pejabat terkait.

Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, mengatakan pembukaan rute internasional itu untuk memperluas pangsa pasar perseroan di luar negeri. Rute ke Dili itu sebelumnya merupakan rute penerbangan yang dilayani oleh Batavia Air yang bangkrut akhir Januari lalu.

"Ini adalah salah satu bentuk perhatian dan komitmen kami terhadap kebutuhan pelanggan yang hendak melakukan perjalanan dari dan ke Dili," katanya.

Terhitung mulai 10 Mei 2013, Sriwijaya Air melayani rute Jakarta-Dili pulang pergi setiap hari sekali dengan singgah terlebih dahulu di Denpasar, Bali. Rute ini terbang dari Jakarta pukul 05.45 WIB tiba di Denpasar pukul 08.30 WITA dan melanjutkan ke Dili pada pukul 09.50 WITA, tiba di Dili pukul 12.40 waktu setempat.

Adapun rute Dili-Jakarta akan berangkan pada pukul 13.25 waktu Dili dan tiba di Jakarta pukul 16.30 WIB. Rute baru ini akan menggunakan armada Boeing 737-500 dengan konfigurasi tempat duduk dua kelas, eksekutif delapan seat dan kelas ekonomi 112 seat sehingga total 120 seat atau tempat duduk.

Hingga saat ini perseroan sudah memiliki 38 unit pesawat seri keluarga Boeing 737 yakni Boeing 737-800NG, Boeing 737-400, 737-300, dan 737-500. Pada tahun lalu, perseroan mengangkut hingga 8,7 juta penumpang. Saat ini Sriwijaya Air melayani 39 kota tujuan dan tiga kota tujuan internasional.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor Leste Flavio Neves mengatakan masuknya Sriwijaya Air menggantikan 'mendiang' Batavia Air akan mendorong pertumbuhan ekonomi di negara bekas provinsi di Indonesia itu.

Selain itu, hadirnya Sriwijaya Air dapat mendorong terciptanya persaingan tarif dengan maskapai penerbangan lain. Sebelumnya sudah ada empat maskapai penerbangan yang beroperasi di negara dengan mata uang dolar AS itu yakni Merpati Nusantara Airlines, Silk Air, Airnorth, dan Air Timor.

"Masuknya penerbangan Sriwijaya Air akan mendorong pertumbuhan perjalanan masyarakat dengan pesawat udara dan mendorong pertumbuhab ekonomi," kata Neves dalam terjemahan bahasa Portugis dalam sambutannya.


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.