Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

RAPBN-P 2013: Pemerintah Berharap Disetujui Dalam 2 Pekan

Lili Sunardi   -   Minggu, 12 Mei 2013, 13:52 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA-- Pemerintah menargetkan pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2013 dapat rampung dalam waktu 2 minggu setelah disampaikan ke DPR.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan jika pembahasan RAPBN-P 2013 dapat selesai dalam 2 minggu, maka pemerintah dapat segera menerapkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

RAPBN-P 2013 itu sendiri akan segera disampaikan kepada DPR setelah masa reses selesai pekan ini. “Kami harapkan pembahasan RAPBN-P 2013 dapat selesai dalam 2 minggu. Begitu disetujui kompensasinya, maka akan segera diputuskan kenaikkannya,” katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Wacik memastikan dalam RAPBN-P 2013 itu akan dimasukkan anggaran untuk bantuan berupa pemberian uang tunai kepada masyarakat kurang mampu sebagai kompensasi kenaikkan harga BBM subsidi. Dengan demikian, bantuan itu dapat langsung diberikan sesaat setelah pemerintah memutuskan kenaikkan harga BBM subsidi.

Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk memproteksi masyarakat kurang mampu dari dampak langsung kenaikkan harga BBM subsidi.

Saat ini pemerintah menyiapkan empat program kompensasi terkait kenaikkan harga BBM subsidi, yakni BLSM, beras miskin (raskin), bea siswa untuk masyarakat miskin dan program keluarga harapan. Selain itu, ada sejumlah bantuan lain dari kementerian dan pemerintah daerah, serta operasi pasar murah yang akan dilakukan badan usaha milik negara. (ltc)

 


Editor : Linda Teti Silitonga

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.