Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

RAPBN-P 2013: Pemerintah Berharap Disetujui Dalam 2 Pekan

Lili Sunardi   -   Minggu, 12 Mei 2013, 13:52 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA-- Pemerintah menargetkan pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2013 dapat rampung dalam waktu 2 minggu setelah disampaikan ke DPR.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan jika pembahasan RAPBN-P 2013 dapat selesai dalam 2 minggu, maka pemerintah dapat segera menerapkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

RAPBN-P 2013 itu sendiri akan segera disampaikan kepada DPR setelah masa reses selesai pekan ini. “Kami harapkan pembahasan RAPBN-P 2013 dapat selesai dalam 2 minggu. Begitu disetujui kompensasinya, maka akan segera diputuskan kenaikkannya,” katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Wacik memastikan dalam RAPBN-P 2013 itu akan dimasukkan anggaran untuk bantuan berupa pemberian uang tunai kepada masyarakat kurang mampu sebagai kompensasi kenaikkan harga BBM subsidi. Dengan demikian, bantuan itu dapat langsung diberikan sesaat setelah pemerintah memutuskan kenaikkan harga BBM subsidi.

Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk memproteksi masyarakat kurang mampu dari dampak langsung kenaikkan harga BBM subsidi.

Saat ini pemerintah menyiapkan empat program kompensasi terkait kenaikkan harga BBM subsidi, yakni BLSM, beras miskin (raskin), bea siswa untuk masyarakat miskin dan program keluarga harapan. Selain itu, ada sejumlah bantuan lain dari kementerian dan pemerintah daerah, serta operasi pasar murah yang akan dilakukan badan usaha milik negara. (ltc)

 


Editor : Linda Teti Silitonga

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.