Kamis, 27 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

EKSPOR ROTAN Terus Meningkat 5 Bulan Terakhir

Riendy Astria   -   Senin, 13 Mei 2013, 17:20 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, PALU- Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun mengatakan ekspor produk rotan terus meningkat seiring dengan berlakunya aturan pemerintah mengenai kebijakan larangan ekspor rotan yang berlaku tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian yang dikutip dari Sucofindo, nilai ekspor produk rotan meningkat sepanjang lima bulan terakhir.

Pada Nobember 2012, nilai ekspor produk rotan tercatat US$14,26 juta. Kemudian, meningkat pada Desember 2012 menjadi US$15,36 juta dan meningkat lagi hingga US$17,31 pada Januari 2013.

Pada Februari 2013, ekspor rotan naik tipis menjadi US$17,64 juta dan kembali naik pada Maret 2013 menjadi US$17,86 juta.

"Selama ini rotan seperti tidak dihargai, dieskpor terus sebagai bahan mentah. Namun dengan adanya aturan pelarangan bahan mentah termasuk rotan, ekspor produk rotan jadi naik, dan tentunya memiliki nilai tambah, " kata Alex di sela-sela perjalanan dari Jakarta ke Palu, Sulawesi Tengah dalam rangka program Pemberian Bangku Sekolah Rotan, Senin (13/5/2013).

Adapun total nilai ekspor produk rotan sepanjang 2012 mencapai US$202,67 juta yang terdiri dari rotan furniture senilai US$151,64 juta dan rotan kerajinan/anyaman sebesar US$51,03 juta.

Angka tersebut meningkat 71% dibandingkan dengan pencapaian 2011.

Pada 2011, tercatat ekspor produk rotan senilai US$143,22 juta yang terdiri dari rotan furniture sebesar US$128,11 juta dan rotan kerajinan/anyaman sebesar US$15,11 juta.  (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.