Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

INDUSTRI AMDK: Konsumsi Meningkat 9,9%

Febrany D. A. Putri   -   Senin, 13 Mei 2013, 17:25 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Kinerja industri air minum dalam kemasan (AMDK) selama kuartal I/2013 meningkat 9,9% dibandingkan periode yang sama pada 2012. Konsumsi sepanjang kuartal I/2013 sebesar 5 miliar liter, sedangkan pada kuartal I/2012 4,55 miliar liter.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Hendro Baroeno menyebutkan, permintaan menjadi pemicu utama pertumbuhan tersebut. Sebagai rincian, pada Januari, konsumsi AMDK mencapai 1,7 miliar liter, Februari 1,6 miliar liter dan Maret 1,7 miliar liter.

"Pertumbuhan industrinya signifikan sekali. Permintaannya saat ini lebih besar dari pada supply. Ini akibat dari konsumen yang semakin teredukasi terhadap pemenuhan air minum yang berkualitas," ujar Hendro kepada Bisnis, Senin (13/5/2013).

Hendro memaparkan saat ini konsumsi AMDK sudah mulai meluas ke daerah lain di luar Jawa dan Bali, meski masih mendominasi, terutama kawasan Jabodetabek. Pada 2011 tingkat konsumsi AMDK dari Jabodetabek mendominasi sebesar 39%, dan pada tahun lalu, konsumsi dari kawasan tersebut dan Serang meningkat hingga 45%.

Meski demikian, Hendro memproyeksikan pada tahun ini konsumsi dari Sumatera akan tumbuh signifikan meski tak menyebut angka pasti, sedangkan konsumsi Kalimantan dan Sulawesi masih stagnan.

Hendro menambahkan, pada tahun ini Aspadin menargetkan konsumsi AMDK meningkat 11,1% atau 22 miliar liter dibandingkan dengan realisasi konsumsi pada tahun lalu sebanyak 19,8 miliar liter. Tak hanya itu, Hendro menargetkan konsumsi dapat tumbuh 12% hingga 13% pada semester I/2013. (mfm)


Editor : Fatkhul Maskur

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.