Kamis, 02 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

SERTIFIKAT SVLK: Menteri Kehutanan Janjikan Subsidi Bagi UKM

Ana Noviani   -   Selasa, 14 Mei 2013, 17:38 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA - Pemerintah menjanjikan subsidi untuk memudahkan usaha kecil menengah (UKM) memperoleh sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Pasalnya, biaya mengurus SVLK mencapai Rp50 juta-70 juta.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menuturkan pemerintah menyediakan subsidi pengurusan SVLK bagi UKM. Pasalnya, SVLK merupakan tanda bahwa kayu yang diperdagangkan Indonesia adalah legal dan memudahkan kegiatan ekspor.

"Kalau yang UKM kan disubsidi. Kami yang biayai dari Kemenhut," ujarnya di kantor Kemenhut, Senin (14/5/2013). Namun, Menhut Zulkifli enggan menjabarkan berapa anggaran yang disiapkan untuk pendampingan SVLK pada UKM.

Berdasarkan pasal 7 ayat 5 dan 6 Permenhut No.P.45/Menhut-II/2012, pendampingan dan sertifikasi yang dibiayai oleh Kemenhut ditujukan untuk kelompok pemilik hutan hak, pemegang IUPHHK-HTR/HKm HD, IUPHHK < 2.000 m3 / tahun, TDI, dan IUI dengan investasi maksimal Rp500 juta. Namun, sertifikasi tersebut hanya untuk periode pertama sertifikasi.

Hingga 2012, terdapat 15 industri kecil menengah yang mendapatkan pendampingan sertifikasi dari Multistakeholder Forestry Programme (MFP-II) dan Kemenhut. UKM tersebut di antaranya memproduksi furniture, kerajinan tangan, dan industri primer.

Zulkifli menambahkan SVLK harus diperoleh dengan biaya yang terjangkau, baik bagi pengusaha besar maupun UKM. Untuk itu, pemerintah berencana merevisi ketentuan terkait dengan pengurusan dan biaya SVLK. 

"Boleh saja direvisi. Tujuannya kan untuk membantu pengusaha kita, melindungi, kalau memberatkan ya jangan. Nanti kita bahas," kata Zulkifli. 

Direktur Utama PT Kayu Lapis Indonesia Budi Hermawan mengatakan mandatori SVLK sangat tergantung pada kemauan dari kalangan industri sendiri. "Kalau ditanya industri siap atau tidak? Harus siap. Nanti tidak bisa ekspor kalau tidak punya SVLK," tuturnya. 

Menurutnya, saat ini cukup banyak pengusaha lokal yang sudah mengantongi SVLK. Hal ini berpotensi meningkatkan daya saing produk kayu Indonesia di pasar internasional, terutama dengan pesaing utama China dan Malaysia. (mfm)


Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.