Kamis, 21 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

GARUDA INDONESIA Incar Rute Jakarta-Bengkulu

M. Tahir Saleh   -   Rabu, 15 Mei 2013, 18:39 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Maskapai Garuda Indonesia mengincar penumpang perjalanan dinas, bisnis, dan wisata pada rute Jakarta-Bengkulu yang resmi terbang perdana pada 15 Mei seiring dengan upaya perseroan memaksimalkan tingkat keterisian.

Direktur SDM dan Umum PT Garuda Indonesia Tbk Heriyanto Agung Putra mengatakan selain melayani rute Jakarta-Bengkulu, perseroan juga mengoperasikan rute Jakarta-Tanjung Pandan (Belitung) pada hari yang sama.

“Targetnya, yang jelas hari ini penumpang sudah 100% dari kapasitas pesawatnya sendiri yakni 96 penumpang. Kami akan layani setiap hari sekali, target penumpang perjalanan dinas dan wisata,” katanya ditemui usai peresmian rute di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Pembukaan rute itu, katanya, sebagai upaya perseroan memperluas jaringan penerbangan rute domestik serta meningkatkan layanan kepada pengguna.

Kedua rute itu akan dilayani oleh BUMN penerbangan itu satu kali setiap hari dengan armada Boeing 737-500 berkapasitas 96 penumpang, terdiri atas 12 penumpang di kelas eksekutif dan 84 penumpang di kelas ekonomi.

Rute Jakarta–Tanjung Pandan dilayani dengan pesawat GA 284 berangkat dari Jakarta pukul 10.15 waktu setempat dan tiba di Tanjung Pandan pada 11.20 waktu setempat. Adapun Tanjung Pandan–Jakarta dilayani dengan GA 285 berangkat pukul 12.05 waktu lokal dan tiba di Jakarta 13.10 waktu lokal.

Rute Jakarta–Bengkulu dilayani dengan pesawat GA 298 dari Jakarta pukul 13.55 waktu lokal dan tiba di Bengkulu 15.15 waktu lokal, sedangkan Bengkulu–Jakarta dilayani dengan pesawat GA 299 dari Bengkulu 15.55 waktu lokal dan tiba 17.15 waktu Jakarta. (mfm)


Editor : Fatkhul Maskur

 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.