Senin, 24 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BONGKAR MUAT: Pengusaha Diminta Urungkan Aksi Mogok

Fatkhul Maskur   -   Kamis, 16 Mei 2013, 15:30 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA- Manajemen Pelabuhan Tanjung Priok mengimbau perusahaan bongkar muat (PBM) di Pelabuhan itu agar tidak melakukan aksi setop operasi pada bulan depan, karena akan berdampak langsung pada kegiatan ekonomi secara nasional.

General Manager  PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)  II Cabang Tanjung Priok Ari Henryanto mengatakan  pihaknya akan mengajak dialog PBM di Pelabuhan Priok guna mencari win-win solution terhadap tuntutan dari persoalan usaha bongkar muat di Priok.

“Saya akan mengajak dialog  pengurus APBMI DKI, bila perlu rencananya kami bikin kesepakatan agar tidak dilaksanakan aksi setop operasi bongkar muat. Kalau mogok terjadi kasihan masyarakat umum yang akan menanggung beban biaya logistik yang timbul,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/5/2013).

Dia juga berharap semua pihak untuk mengedepankan dialog demi kepentingan nasional dengan tetap menjalankan pelayanan bongkar  muat di pelabuhan Priok.

Ari mengatakan hal ini menanggapi rencana aksi setop operasi PBM anggota APBMI di seluruh Indonesia pada 3 Juni 2013.

Rencana setop operasi usaha bongkar muat itu dituangkan dalam rekomendasi dan fakta integritas yang ditandatangani 39 DPC/DPW APBMI, termasuk oleh DPW APBMI DKI Jakarta yang diwakili Malik selaku Wakil Ketua  APBMI DKI.(mfm)


Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.