Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

TOL CIKAPALI: Bank Perketat Syarat, Proses Konstruksi Terhambat

Dimas Novita Sari   -   Senin, 20 Mei 2013, 20:09 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,JAKARTA-Pembangunan fisik tol Cikampek-Palimanan (Cikapi) terkendala dalam proses pembiayaan pinjaman dari bank menyusul belum diselesaikannya third partied agreement.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Acmad Gani Gazaly mengatakan proses konstruksi tol sepanjang 116 km itu belum menunjukkan proses yang signifikan. "Masih hutan semua, padahal tanahnya sudah siap. Ada masalah di financing," katanya, Senin (20/5/2013).

Dia menjelaskan masalah itu muncul dari kebikakan Bank Indonesia yang mematok rasio NPL bank maksimal 5%, sehingga sindikasi bank yang akan memberikan pinjaman pada tol yang 55% sahamnya dimiliki oleh anak usaha BUMN Malaysia itu mempersulit syarat-syarat yang ada.

Menurutnya, bisnis tol memang tidak terlalu menguntungkan. Dia mencontohkan untuk biaya perawatan, operasionalisasi dan pengembalian utang tol Bali selama 45 tahun mencapai Rp4 triliun, sedangkan untung yang akan diraih hanya Rp 700 miliar.

"Inilah yang menyebabkan bank tadi meningkatkan syaratnya. Mereka tidak bisa mengambil risiko terlalu besar, apalagi pemegang konsensi tol ini bukan BUMN kita".

Kendati demikian, Gani memastikan sindikasi bank itu tetap memberikan kredit kepada PT Lintas Marga Sedaya. "Sindilasi bank masih harus melengkapi beberapa administrasi, sehingga pencairan pinjaman dapat diproses".

 


Editor : Yusran Yunus

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.