Kamis, 30 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

INDUSTRI KREATIF: Terdorong Produk Fesyen dan Kerajinan

Riendy Astria   -   Selasa, 21 Mei 2013, 09:36 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA— Pertumbuhan industri kreatif yang meningkat rata-rata 7 % per tahun didorong oleh subsektor fesyen dan kerajinan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan nilai tambah yang dihasilkan subsektor fesyen dan kerajinan berturut-turut sebesar 44,3% dan 24,8% dari total kontribusi sektor industri kreatif. Adapun penyerapan tenaga kerja, untuk industri fesyen sebesar 54,3% dan industri fesyen sebesar 31,3%.

"Nilai ekspor dari kedua sektor ini mencapai rata-rata US$13 miliar per tahun selama beberapa belakangan inu," kata Hidayat pada acara pembukaan Gelar Produk Anyaman di Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Menurut Hidayat, dominasi kedua sektor ini menyebar di seluruh Indonesia, didukung dengan kekayaan budaya etnis di masing-masing daerah, termasuk kerajinan anyaman.

"Kerajinan anyaman memiliki potensi besar sebagai komoditas industri kreatif yang bernilai estetika dan ekonomi yang tinggi," tambahnya.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Herawati Boediono mengatakan terus industri kreatif kecil menengah harus terus didukung untuk membantu kesejahteraan masyarakat serta menyebarluaskan budaya Indonesia.

"Kita harus bangga dengan hasil produk industri kreatif di Indonesia, jangan hanya beli tapi harus digunakan,"ucapnya. (ltc)


Editor : Linda Teti Silitonga

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.