Minggu, 21 Desember 2014

BISNIS KULINER: Demak Tingkatkan Kualitas Produk Makanan Olahan

Pamuji Trinastiti Senin, 27/05/2013 18:24 WIB

BISNIS.COM, SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Demak saat ini memfokuskan perhatian pada kelayakan dasar pengolahan makanan dalam meningkatkan kualitas berbagai hasil industri kuliner daerah itu.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan upaya tersebut dilakukan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mendukung kebijakan good manufacturing practices dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

“Daya saing industri produk lokal kami dorong supaya memenuhi standar good manufacturingsehingga berpotensi menjangkau pasar nasional bahkan ekspor,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (27/5/2013).

Menurutnya, langkah menuju good manufacturing sudah ditempuh meliputi pemberian fasilitasi perijinan industri rumah tangga, pengurusan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan ijin kesehatan pada produk makanan dan minuman.

Selain itu, Pemkab memfasilitasi pembinaan legalitas kelembagaan, pelatihan pembuatan variasi produk, pembinaan produksi makanan sehat, hingga kualitas pengemasan.

Sementara untuk pemasarannya, Pemkab bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Demak membuka ruang pamer produk di Pasar Mranggen dan Pasar Bintoro Demak. 

“Beberapa produk binaan seperti ikan asap dan produk unggulan lain seringkali diikutsertakan pada pameran maupun bazar di tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun Nasional,” lanjut Kepala Dekranasda Kabupaten itu.

IKM produktif di Demak diantaranya kelompok pengasapan ikan di daerah Wonosari Kabupaten Demak dengan kualitas standar good manufacturing practices menyangkut kelayakan dasar pengolahan makanan.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Demak, Heru Budiono mengatakan sentra pengasapan ikan di daerah Wonosari telah dioleh dengan baik tanpa menyisakan limbah. 

”Dari 32 sentra pengolahan ikan di 24 provinsi di Indonesia, sentra pengasapan ikan Desa Wonosari dipilih Kementrian Perikanan dan Kelautan sebagai sentra dengan produksi terbaik pada April lalu,” ujarnya.

Kota Wali itu saat ini tercatat memiliki 7.566 IKM yang bergerak di bidang industri jasa, makanan, furnitur, konveksi, rokok rumahan, kerajinan tangan, pengolahan garam, pupuk organik, dan lain-lain. (dot)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...