Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

EKSPOR KOPI: China & Korea Jadi Sasaran Baru

Febrany D. A. Putri   -   Rabu, 29 Mei 2013, 16:53 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--China dan Korea Selatan akan menjadi sasaran baru tujuan ekspor kopi baik biji kopi maupun olahan lokal pada tahun ini.

Pasalnya, menurut Wakil Sekretaris Eksekutif Bidang Luar Negeri Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Tri Yuli, China saat ini merupakan pasar potensial karena terjadi transisi konsumsi teh ke kopi.

Selain itu, China juga menjadi tujuan baru ekspor kopi instan Indonesia karena permintaan yang signifikan.

"Kopi instan Indonesia di China ternyata dijadikan bahan baku untuk membuat produk lainnya, seperti kopi instan 3 in 1, sedangkan Korea kami melihat pasarnya bagus," ujar Tri Yuli di sela-sela pameran produk industri makanan dan minuman di Kementerian Perindustrian, 28-31 Mei 2013.

Pada kuartal I/2013, berdasarkan data AEKI, total ekspor kopi Indonesia mencapai 110.000 ton.

Hingga akhir tahun, AEKI menargetkan total ekspor mampu melampaui volume pada 2012 yakni 520.000 ton kopi atau senilai US$1,6 triliun.

Total ekspor pada tahun lalu, 70% merupakan biji kopi dan olahan kopi jenis robusta, sisanya arabika dan liberica.

Untuk tujuan ekspor, pada 2012, didominasi oleh kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.

Sebagai produsen biji kopi robusta, saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua di bawah Vietnam, sedangkan arabika, Indonesia bertengger di posisi ketiga, di bawah Brazil dan Vietnam.

Total produksi kopi Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai 750.000 ton.  (ra)

 


Editor : Rustam Agus

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.