Minggu, 26 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TOL SOLO-MANTINGAN-KERTOSONO: Konstruksi Dimulai Akhir 2013

Thomas Mola   -   Kamis, 30 Mei 2013, 17:43 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum memastikan konstruksi untuk jalan tol Solo-Mantingan-Kertosono yang menjadi tanggung jawab pemerintah akan dimulai pada akhir tahun 2013.

Kasubdit Pengadahan Tanah Bina Marga Heri Marzuki mengungkapkan pembangunan jalan tol Solo-Mantingan-Kertosono akan mendapat dukungan dari loan China.

"Loan China dapat dicairkan sekitar bulan September sehingga pengerjaan konstruksi sudah dapat dilakukan di akhir tahun atau awal tahun depan," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Dia menjelaskan pemerintah akan mengerjakan tiga seksi yakni seksi Karang Anyar-Sragen sepanjang 12,75 km merupakan seksi II di ruas tol Solo-Mantingan, seksi Ngawi sepanjang 44,70 km dan Magetan sepanjang 6,55 km merupakan seksi I dan II dari ruas tol Mantingan Kertosono.

Heri melanjutkan untuk pembebasan lahan di ruas Solo-Mantingan sudah mencapai 81,34%. Sementara di ruas Mantingan-Kertosono lahan yang sudah bebas seluas 43,27 hektare atau sekitar 50,13%.

"Pembebasan lahan kita upayakan gate to gate. Ketika loan dan lahan sudah siap kita akan tender untuk pengerjaan konstruksinya," jelasnya.

Menurutnya pengerjaan konstruksi dapat dilakukan dengan cepat pasalnya pemerintah sudah mulai mencicil pengerjaan dengan menggarap jembatan sungai Brantas.  (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.