Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

BISNIS PENERBANGAN: AirAsia Indonesia Belum Ajukan Penutupan Rute Jakarta - Semarang

Puput Ady Sukarno   -   Minggu, 09 Juni 2013, 21:44 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SEMARANG - PT Indonesia AirAsia, operator maskapai AirAsia Indonesia menyatakan sampai saat ini  belum mengajukan penutupan rute penerbangan Jakarta-Semarang secara resmi kepada otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

General Affair and Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Anom Fithranggono. mengungkapkan hal itu terkait berita penutupan rute tersebut belum lama ini.

Hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan konfirmasi secara resmi dari Air Asia terkait kabar rencana penutupan rute penerbangan Jakarta-Semarang oleh maskapai tersebut.

"Kami belum mendapatkan konfirmasi secara resmi dari AirAsia terkait kabar adanya rencana penutupan rute Jakarta-Semarang per 1 July mendatang," tuturnya kepada Bisnis, melalui pesan singkat, Minggu (9/6/2013).

Hal senada juga disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Priyo Jatmiko bahwa hingga kini pihaknya belum mendapatkan surat pengajuan penutupan rute Jakarta-Semarang dari AirAsia.

"Saya malah baru dengar kalau AirAsia mau tutup rute Jakarta-Semarang," ujarnya.

Menurutnya untuk menutup sebuah rute penerbangan, maskapai diharuskan mengajukan surat kepada Kementerian Perhubungan dan pihak bandara.

Namun demikian, lanjutnya memang tidak ada aturan yang menyebutkan atau mengharuskan kapan batas maksimal pengajuan surat tersebut diajukan sebelum dilakukan penutupan rute.

"Tidak ada batas kapan harus diajukan, karena itu bisa diproses secara cepat. Tapi harus ada pemberitahuan kepada kami sebelumnya. Mungkin Air Asia akan memperkuat rute Internasional mereka," tuturnya.

Airport Duty Manager Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Edi Prijanto mengatakan hingga kini jadual penerbangan AirAsia masih berjalan normal.

Dia mengatakan AirAsia saat ini memiliki dua kali jadual penerbangan untuk rute Semarang-Jakarta yakni pukul 07.10 WIB dan 14.40 WIB.

"AirAsia ada dua kali jadual penerbangan rute Semarang-Jakarta. Selain itu ada rute Semarang-Kuala Lumpur dan Semarang-Surabaya juga ada," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya Air Asia justru telah mengajukan penambahan jadual penerbangan atau Extra Flight tanggal 1-18 Agustus 2013 mendatang, untuk rute Semarang-Kuala Lumpur.

Menurutnya penambahan dilakukan karena diprediksi jumlah penumpang akan meningkat terkait dengan masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

"Surat untuk penambahan extra flight malah sudah diajukan kemarin untuk tanggal 1-18 Agustus mendatang, dari frekuensi empat kali menjadi tujuh kali seminggu, sebagai antisipasi peningkatan penumpang Lebaran," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Manager Corporate Communication AirAsia Indonesia Audrey Progastama Petriny mengatakan maskapai penerbangan AirAsia akan menutup sementara penerbangan Jakarta-Semarang per 1 Juli 2013 hingga 29 April 2014.

Menurutnya bagi calon penumpang yang terlanjut membeli tiket penerbangan periode tersebut, AirAsia menawarkan sejumlah solusi, diantaranya memajukan jadual penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan.

Solusi kedua, lanjutnya, maskapai menawarkan poin yang bisa digunakan membeli tiket untuk penerbangan lain, selain itu opsi pengembalian uang pembelian tiket.

AirAsia, diketahui telah melayani rute Jakarta-Semarang sejak 9 Maret 2012 sebanyak dua kali per hari pada pagi dan sore hari. (dot)


Editor : Endot Brilliantono

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.