Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

GULA RAFINASI: AGRI dan Koperasi Pasok Kekurangan Gula Rafinasi

Febrany D. A. Putri   -   Kamis, 13 Juni 2013, 18:04 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Untuk mengatasi kekurangan pasokan gula rafinasi bagi industri kecil dan menengah (IKM) di Jakarta, Kementerian Perindustrian mengajak kerja sama Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan Koperasi Mitra Optima UKM DKI Jakarta.

Sebelumnya, AGRI telah membantu pasokan di enam provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Manado, dan Banten. Kelebihan penggunaan gula rafinasi yakni membuat makanan lebih awet dan untuk kue lebih kering dan renyah.

Ketua Umum AGRI Suryo Alam menyebutkan produksi nasional gula rafinasi selama 2012 mencapai 200.000-250.000 ton per bulan. Adapun kebutuhan gula rafinasi untuk IKM per tahun mencapa 200.000-300.000 ton. Menjelang puasa dan Lebaran akan meningkat 15% hingga 20%.

"Selama ini IKM mamin kesulitan mendapatkan gula rafinasi karena produsen ingin menjual dan distribusi hanya dalam jumlah besar. Melalui koperasi, IKM bisa mendapatkan dalam jumlah yang diinginkan," ujar Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah seusai penandatanganan nota kesepahaman, Kamis (13/6/2013).

Tak hanya IKM mamin yang mengalami kekurangan pasokan bahan baku, beberapa sektor lainnya, kata Euis mengalami hal yang sama, seperti pakaian, yakni batik, kekurangan bahan baku sutra. Pada tahun lalu, impor sutra meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Ada impor dari China, bahan bagus, tapi importirnya hanya tiga. Selain itu, bahan baku kulit juga sulit, karena karantina ketat penyakit mulut dan kuku," pungkas Euis.


Editor : Sepudin Zuhri

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.