Rabu, 26 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PENYAKIT TIDAK MENULAR: Penyebab Utama Kematian Ini Meningkat di Indonesia

Bunga Citra Arum Nursyifani   -   Sabtu, 15 Juni 2013, 23:01 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA-Selain pola pelayanan kesehatan, ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, calon dokter, fakultas-fakultas kedokteran, maupun masyarakat, yakni meningkatnya status penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian utama di Indonesia.

Hasbullah Thabrany, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, mengatakan penyakit tidak menu lar itu antara lain yang menyerang jantung , kanker, dan penyakit yang menyerang sistem pernapasan.

“Selama ini program kesehatan pemerintah masih terfokus pada penanganan terhadap penyakit menular seperti AIDS dan TBC , mulai sekarang fokus terhadap penyakit gaya hidup tadi harus ditambah,” terangnya.

Berdasarkan dokumen dari WHO (World Health Organiza tion/Organisasi Kesehatan Dunia), pada 2002, dari 1,6 juta kematian di Indonesia, 28% disebabkan oleh CDV, 12% oleh kanker, dan 7% akibat dari penyakit pernapasan.

Penyakit-penyakit akibat gaya hidup itu diperkirakan terus mening kat, karena pada 2015,  WHO memprediksi 87% pria dan 62% wanita di Indonesia mengidap obesitas atau kelebihan berat badan.

“Dengan demikian, sudah sepatutnya para calon dokter mulai sekarang diarahkan untuk menangani penyakit tidak menular tanpa mengurangi perhatian terhadap penyakit menular,” paparnya.


Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.