Minggu, 24 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

ANGKUTAN LEBARAN: PT KAI Tambah 40 Kereta Api

Ashari Purwo Adi N   -   Minggu, 16 Juni 2013, 14:46 WIB

BERITA TERKAIT

DENPASAR—PT Kereta Api Indonesia Persero menyiapkan 40 rangkaian gerbong kereta api tambahan dengan kapasitas 30.000 penumpang per hari untuk mengantisipasi lonjakan penumpang seusai dan menjelang Lebaran.

Ignatius Jonan, Direktur Utama Kereta Api Indonesia, mengatakan sebanyak 40 rangkaian kereta api itu disiapkan menggunakan kereta api cadangan dan akan dioperasikan selama 18 hari menjelang dan sesudah Lebaran. Kereta itu akan dioperasikan H-7 hingga H+10 ke sejumlah jurusan di Pulau Jawa.

Sebagai informasi, lanjut Jonan, tiket kereta api sudah dipesan oleh calon pemudik sebanyak 85% menjelang Lebaran. “Namun, untuk Pemesanan tiket arus balik yang sudah mulai dijual pada tanggal 1 Juni 2013 belum terlalu padat okupansinya,” katanya seusai mengisi acara di Pertemuan Puncak Forum Pemimpin Redaksi 2013 di Nusa Dua, kabupaten Badung, Bali,  (14/6/2013).

Penambahan ini, papar Jonan, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan persiapan periode tahun sebelumnya. Pada 2012, KAI hanya menyiapkan 12 hingga 13 rangkaian gerbong per hari. Jadi, untuk prediksi kenaikan penumpang mencapai 200% dari tahun sebelumnya.

Saat ini, KAI tengah menyiapkan tarif baru seusai pemerintah menetapkan kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak. Perusahaan pelat merah ini merumuskan dengan mengacu instruksi menteri dengan tidak menetapkan kenaikan tidak lebih dari 20% dari harga sebelumnya.

Guna menekan tingginya angka kenaikan tarif moda transportasi massal ini, Kementerian Perhubungan mengajukan dana public service obligation untuk sektor transportasi sebesar Rp1,2 triliun untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan tarif akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.

Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan, mengatakan dana itu diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013  yang akan diputuskan pada 17 Juni 2013. Anggaran diajukan antara Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun. “Anggaran itu untuk menekan biaya kenaikan tarif transportasi, diantaranya kereta api,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang mengkaji kenaikan tarif kereta api, baik kelas ekonomi maupun eksekutif. Penaikan tarif kereta api dihitung dengan mengacu pada kenaikan bahan bakar minyak, inflasi serta daya beli. 

“Menteri Perhubungan kemarin sudah berbicara dengan sejumlah stakeholder terkait rencana kenaikan tarif kereta api.” Penyesuaian tarif kereta api AC dan non AC masih dalam pengkajian terhadap daya beli masyarakat.


Source : Steffi Purba

Editor : Martin Sihombing

 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.