Sabtu, 23 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA BBM NAIK: Tarif Pelni, Kapal Perintis & Pelayaran Rakyat Diskon 10%

M. Tahir Saleh   -   Sabtu, 22 Juni 2013, 00:07 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan akan memberikan diskon tarif pelabuhan 10% dalam 3 bulan kepada kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia, kapal perintis, dan kapal pelayaran rakyat guna mengantisipasi penaikan harga BBM.

Dirjen Perhubungan Laut Bobby R Mamahit mengatakan dampak penaikan harga BBM bersubsidi pada pelabuhan tidak besar karena perusahaan pelayaran anggota Indonesian Shipowners Association (INSA) tidak menggunakan BBM bersubsidi.

Dampak terasa pada kapal pelayaran rakyat, kapal perintis, dan kapal penumpang yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni. Oleh karena, guna meredam penaikan itu, pemerintah menyiapkan diskon tarif 10% tersebut.

“Kalau penaikan harga BBM bersubsidi diterapkan, kami akan berikan diskon tarif bagi kapal penumpang, kapal perintis, dan kapal pelra atau pelabuhan rakyat 10%. Ini pernah kami lakukan saat terjadi krisis global, itu 5% diskon tapi untuk semua kapal,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat sore (21/6/2013).

Bobby mengatakan pihaknya juga mengusulkan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan untuk dana public service obligation (PSO) kapal penumpang sebesar Rp90 miliar dan dana subsidi perintis sebesar Rp27,5 miliar.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, dana PSO untuk kapal penumpang sebanyak 21 unit yang dioperasikan oleh Pelni pada tahun ini mencapai Rp726 miliar, sedangkan subsidi perintis tahun ini dianggarkan Rp407,86 miliar.

Dari 21 kapal penumpang itu dioperasikan oleh Pelni dengan penunjukan langsung, sedangkan subsidi perintis itu diberikan melalui tender kepada 80 kapal perintis terdiri dari 44 kapal milik swasta dan 36 milik pemerintah.

Direktur Lalu Lintas Laut dan Angkutan Laut Dirjen Perhubungan Laut Adolf R Tambunan mengatakan penambahan dana PSO dan subsidi perintis itu guna menyesuaikan dengan penaikan harga BBM sehingga besaran anggaran awal diperkirakan habis kurang dari setahun.

“Anggaran PSO dan perintis kan sudah ditetapkan tahun ini, tapi karena BBM subsidi dinaikan, maka tentu dana tersebut belum setahun sudah terserap. Oleh karena itu kami ajukan tambahan dana,” katanya.


Editor : Sepudin Zuhri

 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.