Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Harga Cabai Melambung Tinggi Jelang Ramadan 2013

Nurbaiti   -   Senin, 08 Juli 2013, 11:16 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA—Harga cabai merah di sejumlah daerah di Tanah Air mulai melambung tinggi, menjelang penetapan awal puasa Ramadan 1434 Hijriah oleh pemerintah, yang rencananya akan diumumkan pada Senin (8/7/2013) malam ini.

Di Pekanbaru, Riau, misalnya, harga cabai merah sudah melambung tinggi dan menyetuh harga Rp72.000 per kilogram.

Permintaan cabai merah di Pekanbaru mendekati bulan puasa semakin meningkat, terutama dari pelanggan dari kalangan rumah makan dan masyrakat atau perorangan.

Pada pekan sebelumnya, harga cabai merah asal Bukit Tinggi, Sumatra Barat dipasarkan oleh pedagang di Kota Pekanbaru masih di kisaran Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai merah dari Sumatra Utara dijual Rp32.000 per kilo gram.

Di Dumai, harga cabai merah di pasaran naik tajam sejak Minggu (7/7/2013) hingga mencapai Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram.

“Harganya luar biasa sekarang hingga Rp70.000, padahal kemarin sudah naik juga sampai Rp50.000 per kilogram,” kata Devi Herawati, ibu rumah tangga di Dumai.

Menurutnya, harga kebutuhan bahan pokok masyarakat dalam beberapa hari terakhir ini terus menerus naik tanpa terkendali dan semakin mencekik rakyat ekonomi menengah ke bawah.

Diakuinya, akibat semakin melejitnya harga cabai merah membuat kemampuan daya beli berkurang karena mesti membeli kebutuhan penting lainnya, seperti beras dan keperluan rumah tangga lainnya.

“Di mana-mana semua harga naik, padahal kita tak lama lagi  puasa dan menyekolahkan anak. Kalau harga begini terus, bisa kacau keuangan karena daya beli menurun,” ungkap Devi.

Selain cabai merah, harga bawang merah di Dumai juga sudah menembus ke Rp50.000 per kilogram dari Rp44.000 per kilogram.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai tidak menampik adanya kenaikan sejumlah bahan pokok seperti cabai dan bawang merah yang kebanyakan didatangkan dari daerah Bukit Tinggi dan Medan.

Kadisperindag Dumai Jamalus menjelaskan, naiknya harga kebutuhan bahan pokok ini pengaruh dari kenaikan harga BBM bersubsidi sehingga distributor dari daerah pemasok sudah menaikkan harga transportasi.

Selanjutnya, di Jambi, hampir semua harga sembilan bahan pokok (sembako), khususnya cabai dan bawang meroket dengan prosentase kenaikan hingga 80%.

Di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, harga cabai merah yang sebelumnya hanya Rp26.000 per kilogram, kini merangkak naik menjadi Rp54.000—Rp55.000 per kilogram.

Begitu pula dengan harga bawang merah yang sebelumnya Rp32.000 per kilogram, kini sudah melesat menjadi Rp55.000—Rp58.000 per kilogram.

Di Pasar Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, harga cabai merah per kilogram berkisar Rp35.000—Rp40.000, cabai rawit hijau Rp22.000, dan cabai keriting hijau Rp22.000 per kilogram.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada jenis cabai rawit merah yang mengalami kenaikan hingga 300 persen atau dari Rp22.000 menjadi menjadi Rp60.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak satu minggu terakhir,” kata seorang pedagang sembako Rawi di Kulon Progo.

Di Lubuklinggau, Sumsel, harga cabai merah keriting naik menjadi Rp34.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp29.000, cabai rawit naik menjadi Rp26.000 per kilogram dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah naik menjadi Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000 per kilogram, bawang putih bertahan Rp20.000 per kilogram, sedangkan harga sayur-mayur rata-rata naik Rp500 per kilogram.


Source : Newswire

Editor : Nurbaiti

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.