Kamis, 23 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Sumberkima Menjadi Lokasi Bandara Baru Bali

Ismail Fahmi   -   Selasa, 09 Juli 2013, 14:26 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, DENPASAR-- Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, dipilih menjadi lokasi pembangunan bandar udara baru di kawasan Bali utara karena dari hasil kajian teknis sementara relatif lebih mudah dibandingkan dibangun di Desa Kubutambahan.

"Saya lebih memilih dibangun di Sumberkima di wilayah Buleleng barat dengan melihat hasil skoring dari tim kecil yang diketuai Kadishub Bali dan juga dari sisi kesulitan dalam pembebasan lahan," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Selasa (9/7/2013)

Rapat ini dihadiri oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Direktur Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Cahyono, Kadishubinfokom Bali Dewa Putu Punia Asa, Kadis PU Bali Ketut Artika, Karo Ekbang Bali Gede Suarjana dan instansi terkait.

Pastika berpendapat akan lebih mudah dibangun di Sumberkima, Kecamatan Gerokgak dibandingkan di Kubutambahan, Buleleng yang padat penduduk. Ia membayangkan betap sulit memindahkan penduduk dan Pura Kahyangan Tiga serta kuburan di desa adat (pakraman) di Kubutambahan.

Dia mengatakan jangankan Kahyangan Tiga, memindahkan merajan (tempat suci) keluarga saja itu tidak mudah.

"Contohnya di Bandara Ngurah Rai tidak bisa diperbesar lagi karena ada setra (kuburan) dan pura. Pengalaman seperti itu harus dipedomani. Lebih 'feasible' di Sumberkima, di sana walaupun ada bukit bisa dipapas karena hanya batu semua," ujapnya.

Apalagi di dekat Sumberkima juga ada tanah milik Pemprov Bali seluas 650 hektare sehingga sekaligus pemerintah provinsi bisa berkontribusi.

"Bukankah yang selalu menjadi persoalan adalah pembebasan lahan? Kalau lahannya masih bisa dibeli tidak apa-apa, masalahnya kalau lahannya tidak bisa dibeli seperti Pura Kahyangan Tiga itu,"  tuturnya.

Mantan Kapolda Bali ini menginginkan bandara baru yang ditargetkan dapat dimulai pembangunannya pada 2015 mempunyai dua landasan. Pihaknya yakin potensi kedatangan wisatawan akan meningkat ke daerah itu karena dekat dengan wisata pantai dan Pelabuhan Celukan Bawang.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Kadishubinfokom) Bali Dewa Putu Punia Asa memaparkan peluang dan tantangan pembangunan bandara jika dibangun di Desa Sumberkima dan Desa Kubutambahan.

Di Desa Sumberkima, jelas dia, mayoritas kawasan berupa lahan kering, permukiman lebih jarang (diperkirakan sekitar 2.570 KK yang terkena dampak), berada di pinggir jalan nasional, dan jalur tol Kuta-Soka-Seririt rencananya akan dekat melintasi itu. (Antara)


Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.