Sabtu, 22 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Turis China Anggap Bali itu Eropa, Belum Efektifkah Promosi Wisata Indonesia?

Bambang Supriyanto   -   Rabu, 31 Juli 2013, 13:33 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Predikat turis China yang gampang-gampang susah ternyata masih melekat hingga kini, padahal pemerintah telah menempuh segala macam cara dan upaya untuk mendongkrak kunjungan warga Negeri Panda itu.

Berita sungguh-sungguh sangat ironis dan menjengkelkan terkuak hari ini. Warga China, ternyata menganggap destinasi andalan Indonesia, yakni Pulau Bali itu bagian dari Eropa.

Padahal, sejak 2010 kunjungan turis China mampu menyalip Jepang. Pada 2010 tercatat turis China sebanyak 469.365, sedangkan Jepang hanya 418.971.

 

Apa saja yang telah dilakukan pemerintah, terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendongkrak kunjungan turis China.

Berikut rangkuman Bisnis terkait dengan kejadian penting untuk mendongkrak kunjungan turis China. 

1. Pada 2004 Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di bawah I Gede Ardika sangat disibukkan dengan gawe biro perjalanan untuk mendatangkan turis China. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan membentuk Komite Khusus BPW yang menangani turis China.

Upaya itu tergolong 'aneh' karena selama ini turis China identik dengan turis yang tidak bonafid, alias hanya mengeluarkan sedikit duitnya dan terlalu banyak tuntutan.

Alhasil, upaya itu sempat menimbulkan pro dan kontra dan terjadi sedikit 'keretakan' di tubuh DPP Asita (Association of the Indonesia Tour & Travel Association).

2. Di era kepemimpinan Jero Wacik sebagi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada 2009-2010 menempuh upaya terobosan yang cukup signifikan, antara lain memberikan visa on arrival bagi turis China, serta kepengurusan berhasil mendorong Garuda Indonesia untuk menambah frekuensi penerbangan ke China.

3. Ini yang paling strategis saat pemerintahan SBY jilid kedua menunjuk dan sekaligus menggeser Mari E.Pangestu dari Menteri Perdagangan menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Penugasan ini sungguh strategis karena selama ini Mari Pangestu dikenal 'sangat dekat' dan punya lobi kuat di China. Kehadiran Mari itu diharapkan memperkuat 'poros Jakarta-Beijing' agar lebih efektif mendorong warga China datang ke Indonesia. 

Namun, ternyata fakta itu belum cukup menginsyafkan warga China yang sebenarnya dekat dan dianggap 'big brother' masih belum mengakui 'kedaulatan' Indonesia atas Bali?

 

Berikut kunjungan turis China & 4 negara Asia Timur lainnya periode 2007-2011: 

 

China

230.476

337.082

395.013

469.365

574.179

Hong Kong

76.019

81.073

67.967

78.339

86.646

Jepang

508.820

546.713

475.766

418.971

412.623

Korea Selatan

327.84

320.808

256.522

274.999

306.061

T a i w a n

227.586

224.194

203.239

213.442

221.877

Sumber: Kemenparekraf

 


Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.