Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Peluang Asuransi oleh Koperasi Diidentifikasi

Mulia Ginting Munthe   -   Selasa, 13 Agustus 2013, 14:19 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengidentifikasi berbagai peluang usaha yang selanjutnya akan diimplementasikan pada bidang asuransi, sedangkan pengelolaannya dipercayakan kepada gerakan yang berbadan hukum koperasi.

Akhmad Junaidi, Peneliti Madya dari Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya KUMK Kementerian Koperasi, menjelaskan pemerintah tidak sendirian melaksanakan rencana pendirian asuransi berbadan hukum koperasi itu.

"Gerakan koperasi lainnya dilibatkan untuk mencari strategi dan kebijakan pendirian perusahaan asuransi. Khususnya menganalisa kendala dan permasalahan sekaligus alternatif terbaik,” katanya kepada Bisnis, Selasa (13/8/2013).

Dikemukakan sudah saatnya pendirian perusahaan asuransi dengan mengedepankan koperasi sebagai pengelolanya. Sebab, jumlah koperasi simpan pinjam (KSP) saat ini sudah mencapai 108.666 unit, sedangkan asetnya mencapai Rp80,51 triliun.

Dari 18 juta lebih anggota KSP, nilai pinjaman yang beredar sekitar Rp55,21 triliun sehingga dipandang perlu mendirikan perusahaan asuransi untuk menjamin seluruh aset yang beredar pada setiap anggotanya.

Apabila seluruh koperasi simpan pinjam Indonesia bersinergi membangun bisnis asuransi jiwa dan kredit, maka operasional KSP akan semakin kokoh menjalankan eksistensinya. Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan UKM akan mematangkan rencana itu dalam waktu dekat.

"Kami akan menyelenggarakan temu nasional dengan seluruh perwakilan KSP dari Indonesia yang berminat masuk dalam bisnis asuransi yang secara khusus bergerak untuk segmen koperasi,” tegas Akhmad Junaidi.

Rencana pendirian bisnis asuransi melalui koperasi sesuai dengan kebijakan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian serta Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian.

Arahnya adalah pengembangan usaha jasa asuransi yang dilaksanakan bdan hukum koperasi. Melalui temu nasional tersebut, Akhmad Junaidi mengharapkan akan ditemukan strategi tepat membangun bisnis perkoperasian melalui jasa asuransi.

"Sudah saatnya koperasi mengelola bisnis asuransi untuk anggotanya. Yang pasti, usaha semacam ini akan lebih mendewasakan koperasi dari sisi organisasi maupun kapasitas SDM melalui asuransi jiwa dan kredit.


Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.