Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Ini Daftar 21 Kawasan Industri Baru

Riendy Astria   -   Kamis, 29 Agustus 2013, 18:47 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia bakal memiliki sejumlah kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dalam waktu dekat ini. Tahun ini master plan calon kawasan industri tersebut rampung.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, calon-calon kawasan industri baru tersebut antara lain  Jawa Barat: Cilamaya/Karawang (3.100 ha) dan Majalengka (877 ha), Jawa Tengah meliputi Kendal (795,6 ha) dan Boyolali (282 ha),

Jawa Timur:  Gresik (4.285 ha), Lamongan (950 ha), dan Jombang (812,2 ha), DI Yogyakarta, Kulonprogo (2.646 ha), Sumatra Utara, meliputi Sei Mangkei (2.002 ha) dan Kuala Tanjung (2.000 ha) dan Kepulauan Bangka Belitung, Bangka (765,4 ha).

Riau: Tanjung Buton (1.000 ha). Lampung: Tanggamus (2.000 ha). Sulawesi Selatan: Gowa (842,1 ha). Sulawesi Tengah:P Palu (1.500 ha), Kalimantan Selatan: Batu Licin (530 ha). Kalimantan Timur: Kariangau (1.989,5 ha). Maluku Utara: Halmahera Timur (300 ha). Papua Barat: Tangguh (2.152 ha). Sulawesi Utara: Bitung (610 ha).

Direktur Jenderal Pengembangan dan Perwilayahan Industri Kemenperin Dedi Mulyadi berharap November ini, master plan calon-calon kawasan industri tersebut bisa selesai.

Di Tanggamus, pihak pengembang sedang mengurus analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan pemerintah masih menyusun master plan-nya. “Masih dalam proses sekitar 2.000 hektare dari 3.000 hektare lahan yang tersedia,” kata Dedi.

Adapun untuk calon kawasan industri di kawasan Kuala Tanjung, proses baru sampai penyusunan master plan. “Masih dicari pengembangnya, apakah dari swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tambahnya.

Untuk Boyolali, lahan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk kawasan industrinya berkisar 272-300 ha. Kawasan itu difokuskan untuk industri tekstil (garmen) dan ini daerah kering akibat keterbatasan air di lokasi itu. Ada beberapa perusahaan tekstil yang membidik lokasi di kawasan tersebut. Terutama yang terkait rencana beberapa industri TPT di kawasan Jabodetabek yang ingin merelokasi pabriknya.

Sementara itu, untuk kawasan di Siak, Riau, ada lahan seluas 1.500 hektare (ha) yang berpotensi digarap. Rencana pengembangan kawasan yang dirancang untuk industri penunjang migas itu merupakan usulan dari Pemda terkait. Saat ini, Pemda Siak sudah menguasi lahan seluas 100 ha. Pengembangan industri penunjang migas tersebut mempertimbangkan keberadaan 4 perusahaan migas di lokasi itu, yakni PT Bumi Siak Pusako (BUMD), Petro Selat, CPE, dan Kundor Petroleum SA.

Dedi mengatakan calon-calon kawasan industri baru ini untuk mendorong pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa. Diharapkan ke depan, peran wilayah di luar Pulau Jawa dalam sumbangannya terhadap nilai tambah sektor industri akan terus meningkat dari 27% pada 2011 menjadi sekitar 40% pada 2025.

Pengembangan sektor industri yang tidak merata juga terlihat dari sebaran kawasan industri. Dari 74 kawasan industri yang beroperasi, 55 kawasan industri berlokasi di Pulau Jawa dengan luas sekitar 75,89% dari total luas kawasan industri di Indonesia. Dari jumlah tersebut konsentrasi terbesar di Provinsi Jawa Barat sebesar 44,07% dari total luas kawasan 28.526 ha.

Nantinya, untuk pengembangan kawasan industri di Pulau Jawa, diarahkan pada pengembangan kawasan-kawasan industri yang sudah ada, dan mendorong pembangunan kawasan industri baru yang diarahkan pada industri-industri berbasis teknologi tinggi.


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.