Karet Dekati Harga Terendah 7 Pekan, Permintaan Mobil Melemah

Bisnis.com, BANGKOK - Karet memperpanjang penurunan untuk hari keempat ke level terendah dalam 7 minggu setelah data menunjukkan penjualan mobil AS turun untuk pertama kalinya dalam 27 bulan, meningkatkan kekhawatiran bahwa permintaan bisa melemah untuk
Fatkhul-nonaktif | 02 Oktober 2013 10:10 WIB

Bisnis.com, BANGKOK - Karet memperpanjang penurunan untuk hari keempat ke level terendah dalam 7 minggu setelah data menunjukkan penjualan mobil AS turun untuk pertama kalinya dalam 27 bulan, meningkatkan kekhawatiran bahwa permintaan bisa melemah untuk komoditas yang digunakan dalam ban itu.

Kontrak untuk pengiriman Maret di Tokyo Commodity Exchange turun sebanyak 1,7% menjadi ¥ 256,4 per kilogram (US$2.619 per metrik ton) , level terendah sejak 9 Agustus. Futures diperdagangkan di level ¥ 257,2 pada pukul 10:28, memperpanjang kerugian tahun ini menjadi 15% untuk kontrak teraktif.

Menurut peneliti Autodata Corp, pengiriman mobil baru dan truk ringan AS turun menjadi hanya 1,14 juta unit bulan lalu, sesuai dengan rata-rata 10 perkiraan dalam survei Bloomberg.

Pabrikan mobil Jepang Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co melaporkan penurunan penjualan karena ketatnya pasokan beberapa model setelah lonjakan pada Agustus dan sedikit hari penjualan akhir pekan.

"Kekhawatiran bertambah bahwa penjualan dapat melemah lebih lanjut akibat shutdown pemerintah AS dapat menekan konsumsi,” kata Kazuhiko Saito, analis pada broker Fujitomi Co di Tokyo.

Mata uang Jepang diperdagangkan pada 97,93, mendekati level tertinggi 1 bulan terhadap dolar AS, memotong daya tarik kontrak berdenominasi yen, setelah ketidakmampuan Kongres AS menyetujui anggaran yang menyebabkan penutupan sebagian layanan pemerintah.

Shutdown atau kegagalan untuk menaikkan plafon utang bisa memiliki konsekuensi yang sangat serius bagi perekonomian, Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke mengatakan bulan lalu.

Karet Thailand free on-board jatuh untuk hari kelima kemarin, kehilangan 1,2% menjadi 79,55 baht (US$ 2,55) per kilogram, menurut Institut Penelitian Karet Thailand. Pasar China ditutup hingga 7 Oktober untuk liburan Hari Nasional.

Sumber : Bloomberg

Tag : otomotif, mobil, karet
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top