Kementerian ESDM Minta Pengusaha AS Taati Aturan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta seluruh pengusaha sektor energi dan mineral, termasuk para pebisnis AS, menaati aturan yang berlaku di dalam negeri dalam menjalankan usahanya.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 11 November 2013  |  19:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta seluruh pengusaha sektor energi dan mineral, termasuk para pebisnis AS,  menaati aturan yang berlaku di dalam negeri dalam menjalankan usahanya.

Jero Wacik, Menteri ESDM, mengatakan pelaku usaha sektor energi dan mineral harus mengerti aturan yang berlaku di dalam negeri.

Pasalnya, saat ini pemerintah terus memperbaiki aturan dengan mempertimbangkan masukan dari seluruh masyarakat.

“Mereka [pelaku usaha] komplain peraturan, karena banyak peraturan yang baru. Indonesia memang sedang berdemokrasi, karena aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam aturan, dan itu harus mereka mengerti,” katanya usai menerima delegasi US-Asean Business Council di Jakarta, Senin (11/11/2013).

Wacik menuturkan aturan yang berlaku di dalam negeri tidak akan membuat bangkrut para investor yang menanamkan modalnya. Pemerintah, hanya menginginkan pembagian keuntungan yang lebih baik untuk kepentingan nasional.

Seperti diketahui, saat ini ada UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, yang mengharuskan seluruh hasil pertambangan diolah di dalam negeri.

Kemudian ada juga sejumlah kontrak kerja sama blok migas yang harus dihormati dan dijalani oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Menurutnya, para pelaku usaha juga tidak perlu menunggu untuk melakukan investasi di dalam negeri.

Apalagi, saat ini perekonomian Indonesia terus tumbuh, sehingga membutuhkan banyak investasi, khususnya di bidang energi.

Pertemuan itu pun akan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim untuk menyelesaikan berbagai persoalan investasi.

Para pengusaha dari AS itu juga mengeluhkan lamanya birokrasi proses tender yang dilakukan di dalam negeri.

“Kami sampaikan penyebab lamanya proses tender di dalam negeri disebabkan pemerintah ingin menghitung dengan benar nilai proyek yang akan ditenderkan itu,” katanya.  (ra)

Tag : migas, kementerian esdm
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top