SMS Penipuan Marak di Pelabuhan Priok

Pesan singkat melalui telepon seluler bermodus mengatasnamakan pejabat Pelindo II Tanjung Priok dengan meminta barang dan transfer sejumlah uang kepada mitra usaha di pelabuhan itu,saat ini menjadi pembicaraan hangat sebab hampir memakan korban.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 02 Desember 2013  |  18:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pesan singkat melalui telepon seluler bermodus mengatasnamakan pejabat Pelindo II Tanjung Priok dengan meminta barang dan transfer sejumlah uang kepada mitra usaha di pelabuhan itu,saat ini menjadi pembicaraan hangat sebab hampir memakan korban.

Manajemen Pelindo II Tanjung Priok menghimbau seluruh Pelaku Usaha di pelabuhan Tanjung Priok untuk tidak meladeni permintaan sejumlah uang dan barang yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan pelabuhan tersebut yang disampaikan melalui sms atau telpon.

Kepala Humas Pelindo II Tanjung Priok, Sofyan Gumelar mengatakan himbauan tersebut menyusul adanya sms dan telpon yang mengatasnamakan  pejabat Pelindo II permintaan barang atau permintaan transfer sejumlah uang kepada Perusahaan Bongkar Muat atau perusahaan pelayaran di wilayah kerja, khusunya di terminal operasi II Pelabuhan Priok.

"Modusnya mereka mengatasnamakan GM Pelabuhan Priok,dan meminta uang atau barang melalui telpon dan sms kepada mitra kerja pelabuhan Priok," ujarnya melalui siaran pers hari ini, Senin (2/12/2013). 

Sofyan mengatakan, pengguna jasa dan mitra kerja yang masih menerima SMS penipuan tersebut untuk melaporkannya kepada divisi pelayanan pelanggan dan humas pelabuhan Priok untuk dilakukan klarifikasi terlebih dahulu.

"Manajemen Pelabuhan Priok justru sudah berkomitmen anti pungli di pelabuhan.Jelas modus seperti itu dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab," paparnya.

Manajemen Pelabuhan Priok, kata dia, juga sudah mengedarkan surat pemberitahuan dan himbauan kepada seluruh pelanggan dan pengguna jasa untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat Pelindo II.

Tag : tanjung priok, sms
Editor : Fatkhul-nonaktif

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top