Selasa, 25 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Omzet Konsultan Asing Lebih Besar 20 Kali dari Perusahaan Nasional

Dimas Novita Sari   -   Kamis, 27 Februari 2014, 18:15 WIB

BERITA TERKAIT

Konsultan Indonesia masih kurang daya saingnya /bisnis.com
bisnis.com
Konsultan Indonesia masih kurang daya saingnya

BIsnis.com, JAKARTA - Raihan omzet badan usaha konsultan pembangunan asing mencapai Rp2 triliun per tahun, lebih besar 20 kali lipat dari badan usaha konsultan pembangunan nasional yang  hanya Rp100 miliar per tahun.

Eko Bagus Delianto, General Treasury Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) yang juga merupakan Ketua Badan Usaha Konsultan Pembangunan Asing (BUKPA), mengatakan besarnya angka raihan pendapatan konsultan asing disebabkan tingginya remunerasi yang diberikan pemberi kerja kepada mereka.

"Konsultan asing itu dalam memberikan harga bisa 7 kali lipat dari standar billing ratenya mereka. Kalau kita hanya mampu 2 kali saja," jelasnya, Kamis (27/2/2014).

Pasalnya, konsultan asing di Indonesia lebih banyak menyasar proyek sektor non-APBN atau private sector yang bergerak di oil and gas, di mana belum banyak konsultan nasional yang mahir di bidang tersebut.

Selain itu, nilai proyek tersebut memang terbilang besar, dibandingkan dengan jasa konsultasi bidang tekni sipil.

Saat ini, BUKPA yang tercatat di Indonesia sebanyak 80 perusahaan dari 15 negara yang lebih banyak didominasi oleh Jepang dan Korea Selatan.

Eko menyampaikan dari 4.800 perusahaan konsultan pembangunan yang terdaftar dalam asosiasinya, hanya sekitar 7% atau 336 perusahaan yang mampu menghasilkan kontrak mencapai Rp100 miliar per tahunnya.

"Di sinilah masalahnya. Konsultan kita masih kurang daya saingnya," paparnya.


Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.