Selasa, 23 Desember 2014

KECELAKAAN KERETA API: Longsor Sebabkan KA Malabar Anjlok

Fauzul Muna Sabtu, 05/04/2014 02:50 WIB
Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) Kabupaten Tasikmalaya, 3 dari 8 gerbong kereta anjlok. Lima gerbong lainnya masih di jalur rel kereta. Penumpang kereta berjumlah 250 orang. Para penumpang akan dialihkan menggunakan kendaraan bus untuk jurusan Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. /bisnis.com
Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) Kabupaten Tasikmalaya, 3 dari 8 gerbong kereta anjlok. Lima gerbong lainnya masih di jalur rel kereta. Penumpang kereta berjumlah 250 orang. Para penumpang akan dialihkan menggunakan kendaraan bus untuk jurusan Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Tasikmalaya sejak Jumat sore (4/4/2014) menyebabkan jalur kereta api longsor. Akibatnya, kereta api Malabar jurusan Bandung-Malang yang sedang melalui jalur tersebut anjlok.

"Anjloknya kereta api terjadi di Kampung Terung RT 005/RW 009 Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pesan singkat (4/4/2014).

Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) Kabupaten Tasikmalaya, 3 dari 8 gerbong kereta anjlok. Lima gerbong lainnya masih di jalur rel kereta. Penumpang kereta berjumlah 250 orang. Para penumpang akan dialihkan menggunakan kendaraan bus untuk jurusan Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Upaya evakuasi masih dilakukan sampai saat ini. Tim gabungan PT KAI, TNI, Polri, BDPB Tasikmalaya, Basarnas, PMI, Tagana, dan masyarakat masih melakukan upaya penanganan. Lokasi kejadian cukup jauh dari pemukiman.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...