Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KECELAKAAN KERETA: KA Malabar Anjlok, 2 Tergencet Gerbong

Fauzul Muna   -   Sabtu, 05 April 2014, 03:10 WIB

BERITA TERKAIT

Hujan deras yang mengguyur Tasikmalaya sejak jumat sore (4/4/2014) diduga menjadi penyebab anjloknya kereta api. /bisnis.com
bisnis.com
Hujan deras yang mengguyur Tasikmalaya sejak jumat sore (4/4/2014) diduga menjadi penyebab anjloknya kereta api.

Bisnis.com, TASIKMALAYA - Kereta Malabar anjlok di Kampung Terung RT 005/RW 009 Desa Mekarsari,  Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan 5 orang meninggal dunia.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengungkapkan lima orang penumpang dilaporkan meninggal dunia. "Tiga orang korban meninggal sudah dievakuasi dan dua orang korban meninggal masih dalam proses evakuasi karena tergencet gerbong," ujar Sutopo melalui pesan singkat (4/4/2014).

Hujan deras yang mengguyur Tasikmalaya sejak jumat sore (4/4/2014) diduga menjadi penyebab anjloknya kereta api. Berdasarkan laporan awal  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) Kabupaten Tasikmalaya, 3 dari 8 gerbong kereta anjlok. Lima gerbong lainnya masih di jalur rel
kereta. Penumpang kereta berjumlah 250 orang. Para penumpang akan dialihkan menggunakan kendaraan bus untuk jurusan Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Upaya evakuasi masih dilakukan sampai saat ini. Tim gabungan PT KAI, TNI, Polri, BDPB Tasikmalaya, Basarnas, PMI, Tagana, dan masyarakat masih melakukan upaya penanganan. Lokasi kejadian cukup jauh dari pemukiman.


Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.