HARGA KARET: Petani Di Sumsel Semakin Menderita

Petani karet di Sumsel mendesak pemerintah untuk segera mengembangkan industri hilir berbasis komoditas itu untuk mendongkrak harga jual yang belakangan ini terus merosot dan membuat petani menderita.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  17:14 WIB
Harga karet di tingkat petani etrus merosot - JIBI

Bisnis.com, PALEMBANG – Petani karet di Sumsel mendesak pemerintah untuk segera mengembangkan industri hilir berbasis komoditas itu untuk mendongkrak harga jual yang belakangan ini terus merosot sehingga menyebabkan petani menderita.

Sekretaris Jenderal Serikat Petani Sriwijaya (SPS) Anwar Sadat mengatakan sudah hampir dua tahun terakhir harga karet di Sumsel terus menurun.

“Ketidakstabilan harga karet itu membuat petani menjerit. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus cepat tanggap untuk memberikan solusi untuk usaha karet petani,” katanya saat unjuk rasa petani karet asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di halaman kantor gubernur Sumsel, Senin (2/6/2014).

Menurut dia, pengembangan industri hilir merupakan salah satu solusi yang bisa membuat usaha perkebunan karet rakyat kembali bergairah, pasalnya jika terjadi  penghiliran, pasar komoditas itu lebih terjamin serta bernilai tambah.

Saat ini, harga karet di Kabupaten OKI yang merupakan salah satu sentra karet jatuh di posisi Rp5.000 per kilogram – Rp6.000 per kg. Sebelumnya, harga masih bertahan pada posisi Rp8.000 per kg.

Bahkan, berdasarkan hasil lelang karet di Koperasi Harmas, Desa Regan Agung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel pada Kamis (22/5/2014), harga karet umur 1 minggu senilai Rp4.417 per kg. Sebelumnya, pada periode Rabu (14/5) harga karet di tingkat petani tersebut hanya Rp2.312 per kg.

Dalam tuntutan unjuk rasa, petani juga meminta agar  Pemprov Sumsel segera memberikan subsidi kepada petani karet. Selain itu mereka juga mendesak pemerintah segera memperbaiki tata niaga karet yang transparan dan memberikan jaminan kepada petani.

Sadat mengatakan jaminan itu bisa diberikan jika pemerintah mau membentuk dewan tata niaga karet Sumsel.

Tag : harga karet
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top