Permintaan Domestik Meningkat, Aktivitas Manufaktur Bangkit

Kinerja industri manufaktur Indonesia sepanjang Mei 2014 menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur dalam negeri sudah mulai bangkit dari titik terendahnya. Bahkan, aktivitas menufaktur mencapai rekor yang cukup tinggi sepanjang sejarah survei.n
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  16:52 WIB
Aksesoris mobil. Industri manufaktur bangkit - Bisnis

Bisnis.com  JAKARTA--Kinerja industri manufaktur Indonesia sepanjang Mei 2014 menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur dalam negeri sudah mulai bangkit dari titik terendahnya. Bahkan, aktivitas menufaktur mencapai rekor yang cukup tinggi sepanjang sejarah survei.

Adapun pencapaian ini didorong oleh meningkatnya permintaan dalam negeri yang cukup signifikan. Indeks manajer pembelian (PMI) yang disusun HSBC tercatat 52,4 pada Mei, naik dari 51,1 pada April. Dengan kata lain, indeks aktivitas manufaktur Indonesia berada di atas ambang netral 50,0 selama sembilan bulan berturut-turut.

Su Sian Lim, Ekonom HSBC ASEAN mengatakan rekor tinggi dicapai pada Mei ini disebabkan oleh perbaikan kegiatan domestik. Meskipun pesanan ekspor baru diperluas, pertumbuhan pesanan baru secara keseluruhan juga berada pada rekor yang cukup tinggi. Data menunjukkan permintaan domestik yang cukup tinggi membuat indeks PMI menjadi lebih kuat.

“Kondisi produksi membaik pada tingkat tercepat dalam sejarah survei. Berbagai indikator lain seperti backlog juga mulai pulih. Kemudian, produsen di seluruh Indonesia memberikan sinyal peningkatan produksi selama Mei ini, ” kata Lim dalam data terbaru HSBC Indonesia Manufacturing, Senin (2/6/2014).

Selain permintaan yang meningkat tajam, pertumbuhan produksi pada Mei ini merupakan pertumbuhan tercepat atau setara dengan pertumbuhan pada Oktober 2011. “Kenaikan cepat juga terjadi dalam pembelian.”

Pada sisi lain, investasi baru dari luar negeri meningkat untuk lima bulan berturut-turut pada Mei. Meskipun tak signifikan, tingkat ekspansi di dalam negeri merupakan yang tercepat dalam kurun waktu satu tahun.

Kemudian, permintaan domestik tetap melonjak meskipun harga di pasar naik dari bulan sebelumnya. Mulai dari harga logam, plastik, kertas, tekstil, pangan dan energi. Menurut Lim, rata-rata pembelian barang-barang industri tersebut terus meningkat pada Mei 2014.

Sebelumnya, indeks aktivitas manufaktur Indonesia sempat mengalami perlambatan. Perlambatan terjadi akibat dari kebijakan pemerintah. Bank Indonesia memberlakukan kebijakan moneter yang ketat sejak tahun lalu, dengan tujuan mempersempit defisit neraca transaksi berjalan.

Aliran impor yang deras, dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sehat, selama ini dituding membuat defisit transaksi berjalan semakin membengkak.

Tag : manufaktur
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top