Menperin Sebut Pemillu Tingkatkan Kinerja Manufaktur

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan membaiknya kinerja manufaktur pada Mei memang disebabkan oleh tingginya permintaan domestik akan barang industri. Adanya kampanye pemilu calon presiden yang cukup aktif yang dilakukan pada Mei membuat permintaan melonjak.n
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  16:54 WIB
Industri tekstil. Pemillu Tingkatkan Kinerja Manufaktur - Bisnis

Bisnis.com,  JAKARTA--Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan membaiknya kinerja manufaktur pada Mei memang disebabkan oleh tingginya permintaan domestik akan barang industri. Adanya kampanye pemilu calon presiden yang cukup aktif yang  dilakukan pada Mei membuat permintaan melonjak.

“Ya karena pemilu, permintaan jadi melonjak drastis. Pemilu calon presiden lebih meriah memang,”  ujarnya  di Kemenperin, Senin (2/6/2014).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan membaiknya kinerja manufaktur tidak ada kaitannya dengan rencana investasi yang masuk. Menurutnya, investasi saat ini sepi lantaran banyak investor yang wait and see. Dia memandang, meningkatkanya kinerja manufaktur disebabkan oleh peningkatan produksi dan permintaan pada Mei ini sebagai dampak adanya pemilu.

 “Jelas ini karena spending pemilu. Permintaan pada pemilu capres ini lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu caleg kemarin,”  paparnya.

Adapun sektor yang mengalami peningkatan permintaan adalah industri makanan dan minuman, industri garmen, dan permintaan motor dan mobil. “Hanya sektor itu, sektor yang dibutuhkan saat pemilu. Sedangkan untuk industri ritel permintaan menurun 10% saya rasa.”

Menurutnya, pemerintah jangan merasa senang dan puas dengan pandangan Asean terhadap Indonesia. Saat ini, manufaktur Indonesia belum berada pada posisi aman lantaran banyaknya hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh industri.

Kinerja industri manufaktur Indonesia sepanjang Mei 2014 menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur dalam negeri sudah mulai bangkit dari titik terendahnya. Bahkan, aktivitas menufaktur mencapai rekor yang cukup tinggi sepanjang sejarah survei.

Adapun pencapaian ini didorong oleh meningkatnya permintaan dalam negeri yang cukup signifikan. Indeks manajer pembelian (PMI) yang disusun HSBC tercatat 52,4 pada Mei, naik dari 51,1 pada April. Dengan kata lain, indeks aktivitas manufaktur Indonesia berada di atas ambang netral 50,0 selama sembilan bulan berturut-turut.

Tag : manufaktur
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top