Kementerian KUMKM Dorong Permodalan Usaha Mikro

Sepanjang 2014 ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen terus menggelar sejumlah program strategis untuk mendorong peningkatan jumlah dan kualitas KUMKM diantaranya, bantuan perkuatan permodalan bagi usaha mikro.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  14:52 WIB
UMKM mebel. Akan dapat dukungan modal dari pemerintah - Bisnis

Bisnis.com,  BANDUNG--Sepanjang 2014 ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen terus menggelar sejumlah program strategis untuk mendorong peningkatan jumlah dan kualitas KUMKM diantaranya, bantuan perkuatan permodalan bagi usaha mikro.

Asisten Deputi Urusan Asuransi dan Jasa Keuangan Kementerian Koperasi dan UKM Toto Sugiyono mengungkapkan untuk mengembangkan sekitar 56 juta UMKM di Indonesia,  dibutuhkan pembiayaan sebesar Rp 400,692 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian KUKM,  jumlah tersebut didaparkan sebanyak 70%  atau 38,19 juta unit diantaranya dinyatakan belum layak dan belum bankable.

“Hanya sekitar 4.898 unit saja UMKM yang layak usaha, bankable dan layak go public. Oleh karena itu, diharapkan sekitar 1.000 koperasi di 33 provinsi di Indonesia mendapatkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp50 juta,” katanya, Senin (2/6/2014).

Sementara bantuan permodalan bagi wirausaha pemula ditargetkan mencapai 2.500 orang di 33 provinsi dengan besaran bantuan Rp 25 juta.

Menurutnya, sumber-sumber pembiayaan bagi UMKM saat ini sudah cukup banyak. Selain dari pemerintah, adapula BUMN dan non-pemerintah yakni bank dan non-bank, serta dana bergulir melalui LPDB-KUKM.

Sementara, Kepala Bidang Pembiayaan dan Teknologi Tepat Guna Dinas KUMKM Jabar, Rudibillah menjelaskan salah satu sumber pembiayaan yang digulirkan pemerintah provinsi Jawa Barat yakni Kredit Cinta Rakyat (KCR).

“Kredit bergulir yang disalurkan melalui Bank BJB dengan tingkat suku bunga 8,3 persen per tahun efektif. Hingga saat ini pemprov Jabar telah menggulirkan Rp 235 miliar, rencana tahun 2014 ada tambahan Rp 100 miliar,” katanya.

Hingga 30 April 2014, penyaluran KCR mencapai Rp 291,7 miliar dengan debitur sebanyak 9.236 KUMKM yang mampu menyerap 20.625 tenaga kerja.

Melalui KCR ini diharapkan, pertumbuhan ekonomi daerah dapat terdorong serta memperluas penciptaan lapangan usaha dan menumbuhkan wirausaha baru dalam rangka penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, Kadiv Bisnis IV LPDB-KUKM Hasbendi mengatakan penyaluran LPDB-KUKM di Jabar hingga saat ini telah mencapai Rp 621,4 miliar dengan jumlah mitra 796 KUMKM dan BPR. Sejak Januari hingga Mei 2014 sendiri, LPDB-KUKM telah menyaluran Rp 33,33 miliar.

"Kalau ingin berkembang UMKM harus jujur dan ingat bahwa uang yang merupakan aset negara ini harus terus digulirkan. Kalau mau mengajukan harus benar-benar untuk usaha, karena bunga LPDB sangat kecil yakni 6% per tahun," katanya.

Tag : usaha mikro
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top