Ongkos Angkut Pelayaran Bergantung Komoditas dan Trayek

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, untuk menghitung freight perlu melihat dari jenis komoditas angkutan dan destinasi pelayaran.
Muhamad Hilman | 02 Oktober 2014 18:20 WIB
Kapal tangkap ikan Inka Mina - Istimewa

Bisnis.com,JAKARTA--Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, untuk menghitung freight perlu melihat dari jenis komoditas angkutan dan destinasi pelayaran.

Kedua unsur itu akan sangat mempengaruhi freight kapal, terlebih untuk trayek ke daerah timur yang belum memiliki potensi angkutan balik juga menjadi penyebab mahalnya freight karena ongkos angkut kapal balik dimasukkan ke dalam ongkos pergi kapal ke arah timur.

"Belum lagi trayek, pulangnya itu kosong maka lebih tinggi," katanya, Kamis (2/10/2014).

Selain itu, beban pelayaran nasional juga masih cukup tinggi karena belum adanya dukungan dari perbankan karena bunga yang dikenakan untuk pembangunan ataupun pembelian kapal baru masih cukup tinggi.

"Kebijakan fiskal juga. Ini murni masalah Keuangan seperti PPN sparepart, dan suku bunga yang tinggi," tegasnya.

Tag : pelayaran
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top