Telkom Hadirkan Layanan Remitansi di Malaysia

Perusahaan negara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengukuhkan eksistensi layanan remittance (remitansi) internasional dalam ekspansi bisnis globalnya yang mengikuti konsep business follows the people.
Sanjey Maltya
Sanjey Maltya - Bisnis.com 02 November 2014  |  21:05 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.comJAKARTA - Perusahaan negara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengukuhkan eksistensi layanan remittance (remitansi) internasional dalam ekspansi bisnis globalnya yang mengikuti konsep business follows the people.

Setelah Hong Kong dan Taiwan, kini Telkom menghadirkan layanan pengiriman uang tersebut di Malaysia.

Kehadiran layanan remitansi di negara tetangga tersebut bertujuan untuk memudahkan warna negara Indonesia dalam melakukan pengiriman uang, yang merupakan hasil aliansi strategis antara anak usaha perseroan Finnet Indonesia dengan Hongkong Leong Islamic Bank (HLIB).

Direktur Enterprise and Business Service Telkom Muhammad Awaluddin mengatakan Finnet Indonesia menyediakan layanan Delima berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga dapat meningkatkan efektifitas transaksi pengiriman uang oleh HLIB antara Indonesia dan Malaysia.

"Kerjasama ini membuahkan kemudahan yakni pelanggan mampu mengirim uang lewat HLIB yang dapat diambil melalui agen Delima di seluruh Indonesia," ujar Awaluddin dalam keterangan pers kepada Bisnis.

Direktur Utama Finnet Indonesia Otong Iip menambahkan sinergisitas layanan ini menawarkan dua pilihan. Pertama, pelanggan dapat mengirimkan uangnya ke Indonesia lewat HLIB dan kedua, keluarganya dapat mengambil uang tersebut hanya beberapa saat setelahnya di loket dan CDM Delima.

"Dalam pengembangan yang dilakukan perseroan nanti, pelanggan juga dapat mengirimkan uangnya hanya melalui ponsel pintar," kata Otong yang juga menjelaskan Delima menyajikan layanan transaksi pengiriman uang dengan cara yang mudah dan biaya yang murah.

Saat ini, jumlah warga negara tanah air khususnya TKI di Malaysia sekitar 2 juta orang. Pada 2013, jumlah lalu lintas uang antar kedua negara itu tercatat sekitar US$2,5 miliar. Layanan remitansi di Malaysia ini merupakan yang ketiga diluncurkan setelah Hongkong pada September 2013 dan Taiwan Juli 2014 lalu.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top