Pabrik Blast Furnace Bakal Pangkas 50% Ongkos Listrik Krakatau Steel

PT Krakatau Steel Tbk optimistis pembangunan pabrik Blast Furnace dan pembangkit listrik berteknologi combined cycle power plant mampu menekan biaya perusahaan sehingga mampu meningkatkan laba perseroan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 02 November 2014  |  20:45 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk optimistis pembangunan pabrik Blast Furnace dan pembangkit listrik berteknologi combined cycle power plant mampu menekan biaya perusahaan sehingga mampu meningkatkan laba perseroan.

Pabrik Blast Furnace yang ditargetkan rampung medio 2015 mampu menurunkan beban konsumsi energi dibandingkan dengan pola konvensional yang diterapkan sekarang.

Untuk pembangunan Combined Cycle Power Plant (CCPP) yang selesai akhir tahun ini akan berdampak peningkatan kapasitas produksi listrik, efisiensi pabrik baja, dan menurunkan biaya produksi. 

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Irvan K. Hakim menjelaskan, upaya menekan beban biaya dilakukan melalui pembangunan pabrik Blast Furnace dan CCPP 120 MW.

“Pabrik Blast Furnace akan mampu menurunkan beban konsumsi listrik hingga 50% dibandingkan pola konvensional yang dilakukan sekarang, sehingga meningkatkan marjin laba,” tuturnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pabrik Blast Furnace mengadopsi teknologi berbasis batubara dengan proses yang lebih efisien, sehingga menurunkan biaya produksi baja cair dan slab, dan menciptakan keseimbangan kapasitas produksi iron making, steel making & rolling mill.

Berdasarkan perhitungannya, setiap 100 kwh/ton penurunan konsumsi listrik akan berimbas pada penurunan beban biaya produksi hingga US$ 10/ton dengan tariff listrik terbaru. Hal ini sudah terbukti di beberapa pabrik baja lain yang menggunakan Hot metal di dalam proses Electric Arc Furnace (EAF).

Hingga kuartal III/2014, proses pembangunan fisik pabrik Blast Furnace sudah mencapai 62,4% dan diharapkan bisa mencapai 100% pada kuartal III/2015. Menurutnya, keberadaan pabrik Blast Furnace tersebut dapat menurunkan konsumsi energi listrik di dalam proses pembuatan baja slab.

Tag : krakatau steel
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top