Telkomsel Katrol Penggunaan Android

Operator PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengatrol penggunaan Android demi memperdalam penetrasi smartphone alias ponsel pintar terhadap pelanggan.
Sanjey Maltya
Sanjey Maltya - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  17:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Operator PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengatrol penggunaan Android demi memperdalam penetrasi smartphone alias ponsel pintar terhadap pelanggan.

Untuk itu, perseroan menggandeng 17 dari 18 vendor perangkat berbasis sistem operasi Android di Indonesia, yang melibatkan merek-merek global seperti Samsung, LG, Sony, HTC, Lenovo, Acer, atau Huawei. Sementara merek lokal yang terlibat meliputi Advan, Mito, Nexian, dan Maxtron.

Direktur Marketing Telkomsel Alistair Johnston menjelaskan program bertajuk Telkomsel Android United (TAU) menawarkan banyak nilai tambah seperti banyaknya pilihan perangkat dengan harga paket yang kompetitif.

VP Prepaid & Broadband Marketing Ririn Widaryani mengatakan saat ini pengguna ponsel pintar perseroan hanya 35% atau setara 48,75 juta pelanggan.

"Sisanya 65% atau 90,55 juta masih memakai feature phone [ponsel fitur]. Tahun depan selain total pelanggan yang membesar, kami menargetkan komposisi pengguna ponsel pintar menjadi 70%. Sedang akhir 2014, ditarget tumbuh minimal 1,5 juta pelanggan," ujarnya usai acara perkenalan TAU, Selasa (2/11).

Bila ditilik dari sistem operasi, katanya, saat ini Android merupakan kontributor terbesar terhadap pelanggan ponsel pintar perseroan yakni sekitar 49%. Sisanya masih diisi oleh BlackBerry sekitar 20%, iOS dan WindowsPhone.

"Jumlah pelanggan Android tumbuh 300% dibandingkan tahun lalu, sementara total pelanggan data saat ini berkisar 63 juta."

Meski demikian, berdasarkan laporan tertulis induk entitas, perseroan mencatat pelanggan berbasis BlackBerry secara terkonsolidasi pada kuartal III/2014 menurun 4,3% menjadi 6,71 juta dibanding periode serupa tahun lalu 7,02 juta. "Namun di kuartal ini ada penambahan sekitar 100 ribu pelanggan," ujar Ririn.

Operator lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga mencatat penurunan jumlah pelanggan BlackBerry yang ditandai dengan penurunan 15% beban jasa interkoneksi yang dibayarkan ke Research in Motion, pada kuartal III tahun ini dibandingkan periode serupa 2013. Hal serupa juga dialami PT Indosat Tbk (ISAT) yang mencatat penurunan biaya lisensi BlackBerry.

Jumlah Pelanggan Telkom dan Telkomsel Berbasis BlackBerry:
Kuartal III/2013: 7,02 juta
Kuartal IV/2013: 7,56 juta
Kuartal I/2014: 7,63 juta
Kuartal II/2014: 7,28 juta
Kuartal III/2014: 6,71 juta

Sumber: Laporan Telkom Kuartal III/2014

Tag : telkomsel, android
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top