Konsumsi Ayam dan Telur Dipacu

Kementerian mendorong konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia melalui kegiatan "Pasar Rakyat Cinta Produk Pertanian Nusantara" yang digelar di Sentral Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Nusantara, Pasar Minggu, Jakarta, pada 2-3 Desember 2014.
Martin Sihombing | 02 Desember 2014 20:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian mendorong konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia melalui kegiatan "Pasar Rakyat Cinta Produk Pertanian Nusantara" yang digelar di Sentral Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Nusantara, Pasar Minggu, Jakarta, pada 2-3 Desember 2014.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap di Jakarta, Selasa (2/12/2014), mengatakan dorongan untuk meningkatkan konsumsi ayam dan telur dilakukan guna mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain atas konsumsi protein hewani.

"Faktanya, tingkat konsumsi kita rata-rata untuk daging ayam masih rendah yaitu 9 kilogram per kapita per tahun dan telur hanya lebih dari 100 butir per kapita per tahun," ungkapnya.

Padahal, negara tetangga seperti Malaysia saja konsumsi rata-rata daging ayam sudah mencapai 40 kg per kapita per tahun dan telur lebih dari 500 butir per kapita per tahun.

Emilia menuturkan, konsumsi daging ayam dan telur yang rendah itu perlu didorong peningkatannya. Pasalnya, telur dan daging ayam merupakan bahan makanan sumber protein hewani yang harganya terjangkau.

Dengan meningkatkan konsumsi rata-rata masyarakat, diharapkan orang Indonesia bisa memperbaiki gizi sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain menjelang masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran acara ini bisa meningkatkan kesadaran kita semua bahwa sumber protein hewani itu ada yang mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau," ujarnya, berharap.

Ketua Umum Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don P. Utoyo mengaku risau karena sudah hampir 10 tahun Indonesia swasembada daging ayam dan telur, tetapi konsumsinya masih sangat rendah.

"Ayam itu sudah jadi protein yang sangat murah. Bahkan telur harganya lebih murah ketimbang tahu per gram proteinnya. Tinggal bagaimana mendorong masyarakat agar terus mengonsumsi daging dan ayam," ucapnya.

Don berharap acara promosi guna meningkatkan konsumsi telur dan daging ayam juga bisa dibarengi dengan dukungan pemerintah untuk membantu pengembangan produk peternakan seperti unggas.

Pasalnya, selama ini dukungan masih minim di bidang penyimpanan, pengolahan dan pemasaran.

"Kami mengapresiasi ini sebagai langkah positif yang konkrit. Lagi-lagi, produk pertanian yang perlu itu adalah promosinya. Kami harap kerja sama dengan Kementan bisa mendukung pemasaran hasil peternakan," katanya.

Kegiatan yang digelar selama dua hari itu tak hanya memamerkan deretan produk peternakan seperti unggas aja tetapi juga aneka olahan makanan berbasis daging sapi dan susu.

Pasar yang diramaikan oleh lebih dari 400 pengunjung itu melibatkan ibu-ibu PKK sekitar kawasan Ragunan dan Pasar Minggu hingga masyarakat sekitar lokasi gedung.

Sumber : Antara

Tag : daging ayam
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top