KERETA API LOGISTIK: Penaikan Tarif Kalog 2015 Tergantung 3 Aspek Ini

PT Kereta Api Logistik atau Kalog anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengatakan belum ada rencana penaikkan tarif di 2015. Penaikkan tergantung dan mengikuti kondisi yang ada terutama BBM, kurs rupiah dan inflasi.
Fitri Rachmawati
Fitri Rachmawati - Bisnis.com 02 Januari 2015  |  20:40 WIB
Jika ketiganya mengalami perubahan - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Logistik atau Kalog anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengatakan belum ada rencana penaikkan tarif di 2015. Penaikkan tergantung dan mengikuti  kondisi yang ada terutama BBM, kurs rupiah dan inflasi.

Vice President Komersial PT Kereta Api Logistik (Kalog) Philippus Surjanto Hartanto mengatakan ada tiga dasar yang menjadi patokan penaikkan tarif Kalog yakni bahan bakar minyak, kurs mata uang rupiah dan inflasi.

“Jika ketiganya mengalami perubahan misalkan penaikkan, maka kami akan secara otomatis menaikkan tarif,” tuturnya Jumat (2/1/2014).

Dia menjelaskan bahan bakar minyak menjadi salah-satu komponen biaya operasional yang mencapai sekitar 60%. Sehingga jika bbm naik maka akan berdampak terhadap penaikkan tarif angkutan barang kereta api.

Begitu juga dengan faktor nilai tukar rupiah dan inflasi, faktor ini pun sangat berpengaruh terhadap biaya operasioanl perusahaan. Karena biaya maintance, hingga pembelian sparepart yang rerata dibeli dari luar negeri yakni Amerika mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Faktor nilai tukar rupiah dan inflasi memang tidak berdampak langsung terhadap biaya operasional. Namun, hal itu sebagai pemicu dan dasar naiknya tarif,” katanya. Namun, perusahaan berusaha tidak menaikkan tarif tetapi itupun tergantung dengan kondisi nanti kedepan selama 2015.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita mengusulkan Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk bisa mencegah penaikkan tarif angkutan barang moda kereta api selama 2015.

“Agar bisa meningatkan volume perpindahan distribusi barang dari moda jalan atau trucking ke kereta api dan kapal hingga kargo pesawat,” tuturnya. Sehingga target pemerintah untuk mengurangi beban jalan hingga 30% dapat terwujud. Dan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dapat tercapai.

Menurutnya, yang harus dilakukan operator angkutan barang moda kereta api justru menambah kapasitas gerbong barang. Sehingga bisa menurunkan biaya operasional dan volume mengangkut akan lebih banyak lagi.

Tag : logistik
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top