HARGA MINYAK DUNIA JATUH: Setop Penjualan, APROBI Desak Percepat Aturan Harga Indeks Baru

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia mendesak pemerintah mempercepat pengaturan harga indeks baru bagi biodiesel yang tidak terkait dengan Mean of Platts Singapore (MOPS).
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 07 Januari 2015  |  00:40 WIB
Menunggu harga kompetitif. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia mendesak pemerintah mempercepat pengaturan harga indeks baru bagi biodiesel yang tidak terkait dengan Mean of Platts Singapore (MOPS).

Ketua Harian APROBI Paulus Tjakrawan mengatakan saat ini harga biodiesel tidak bisa bersaing imbas jatuhnya harga minyak dunia akibat masih bergantung dengan patokan harga minyak di kawasan Asia tersebut.

Dia mengatakan harga MOPS untuk biodiesel mencapai USD 570 per ton saat ini atau terus menurun, sementara harga CPO tertahan di kisaran US$ 660-US$670 per ton pada Desember lalu. “Artinya CPO saat ini harganya lebih tinggi dari biofuel. Rugi dong,” katanya, Selasa, (6/1/2015).

Dia mengatakan beberapa anggotanya kini menyetop sementara penjualan biodiesel sampai harga kembali kompetitif untuk menghindari kerugian yang lebih dalam.

Paulus mengestimasi kerugian yang diterima mencapai US$400-US$500 per hari akibat jatuhnya harga minyak dunia yang disertai dengan tertahannya pergerakan CPO. “Sudah hampir sebulan (kerugian). Makanya kita ingin proses itu (indeks pengaturan baru) dipercepat,” katanya.

Tag : biodiesel
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top