PAKAN IKAN: KKP Tambah Unit Penepungan Ikan Tahun Ini

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah unit penepungan ikan tahun ini untuk mewujudkan pakan mandiri dan berkelanjutan serta mengurangi impor yang tahun lalu mencapai hampir 70%.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 07 Januari 2015  |  11:16 WIB
Nelayan dan tangkapan ikan -
Bisnis.com,JAKARTAKementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah unit penepungan ikan tahun ini untuk mewujudkan pakan mandiri dan berkelanjutan serta mengurangi impor yang tahun lalu mencapai hampir 70%.
 
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (PPHP) KKP Saut P. Hutagalung mengatakan unit penepungan ikan ini akan dibangun di sentra-sentra perikanan tertentu sesuai dengan ketersediaan bahan bakunya.
 
Nanti kita berikan semacam pellet mesin kelompok nelayan budidaya untuk memproduksi sendiri sesuai dengan ikan apa, ujarnya seperti dikutip Bisnis, Rabu (7/1/2014).
 
Menurutnya, kandungan protein setiap ikan budi daya berbeda. Dengan pengolahan pakan secara mandiri, pembudidaya bisa memproduksi pakan sesuai dengan kebutuhan protein ikan tadi.
 
Saut menambahkan tahun ini unit penepungan akan dibangun di 10 titik 11 titik yang berpotensi memiliki ketersediaan ikan rucah. Salah satunya adalah sentra pabrik pengolahan yang memiliki banyak limbah sehingga bahan baku penepungan ikan sudah tersedia.
 
Dia mengatakan pembangunan unit penepungan ikan ini direncanakan selama 10 11 tahun ke depan. Tahun depan, lanjutnya, diperkirakan pembangunan unit penepungan akan lebih besar karena diperkirakan investasi yang masuk juga akan lebih banyak.
 
Menurut saut, dengan pembangunan unit penepungan ikan, setidaknya tahun ini impor tepung ikan bisa berkurang 15%-20%. Tahun ini, nilai impor tepung ikan kurang lebih sebesar US$ 480 juta.
 
Berdasarkan data Ditjen PPHP KKP, total kebutuhan tepung ikan pada 2014 sebesar 90.327 ton. Dari total itu, sebesar 33.050 ton diproduksi di dalam negeri, sedangkan 57.277 ton diperoleh lewat impor.
Tag : kkp
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top