Indonesia Negara Sebaran Kakao Terbesar Ketiga di Duniia

Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah mengemukakan Indonesia merupakan negara dengan sebaran kakao terbesar ketiga di dunia dengan persentase 6,51%.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 19 Maret 2015  |  05:44 WIB
Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah mengemukakan Indonesia merupakan negara dengan sebaran kakao terbesar ketiga di dunia dengan persentase 6,51%. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah mengemukakan Indonesia merupakan negara dengan sebaran kakao terbesar ketiga di dunia dengan persentase 6,51%.

"Ini merupakan keuntungan karena Indonesia selain penghasil kakao, juga sebagai negara konsumen," kata Soetanto dalam sebuah seminar tentang kakao di Palu, Rabu (18/3/2015).

Dia mengatakan Amerika merupakan negara dengan sebaran kakao terbesar di dunia dengan persentase 19,15 persen, disusul Inggris dengan persentase 6,7%, 56,1% sisa tersebar di berbagai negara.

Indonesia sendiri di atas Prancis dan Rusia sebagai salah satu negara dengan sebaran kakao terbesar.

Kondisi tersebut, katanya, merupakan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, dan harus dimanfaatkan pelaku usaha kakao yang akhirnya berdampak kepada kemaslahatan masyarakat, terutama petani.

Saat ini Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia dengan produksi sekitar 400.000 per ton. Negara terbesar penghasil kakao adalah Pantai Gading (1,7 juta ton), disusul Ghana (897.000 ton).

Meskipun Pantai Gading adalah negara produsen biji kakao terbesar di dunia namun negara di belahan benua Afrika tersebut bukanlah daerah pasar kakao, demikian pula Ghana.

Sementara itu, Amerika adalah negara yang mempunyai industri kakao terbesar, dan banyak pabriknya tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia seperti Mars Inc, Mondelez International dan Hershey Foods Corp.

Sementara Nestle (Swiss) dan Meiji (Jepang) termasuk salah satu dari 10 industri kakao terbesar di dunia.  "Semua perusahaan di tersebut memiliki perwakilan di Indonesia karena kita memiliki bahan bakunya," katanya.

Soetanto berharap pelaku bisnis kakao dari hulu sampai hilir mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan perekonomian.

Sumber : Antara

Tag : kakao
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top