PELEMAHAN EKONOMI: Realisasi Investasi di Cimahi Terancam Turun

Kantor Penanaman Modal Kota Cimahi Jawa Barat pesimistis realisasi investasi pada tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, karena faktor melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.
Adi Ginanjar Maulana & Hedi Ardhia
Adi Ginanjar Maulana & Hedi Ardhia - Bisnis.com 02 September 2015  |  14:57 WIB
Buruh pabrik dibayangi PHK massal - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG - Kantor Penanaman Modal Kota Cimahi Jawa Barat pesimistis realisasi investasi pada tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, karena faktor melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Kantor Penanaman Modal Kota Cimahi Untung Undiyanto mengungkapkan realisasi investasi semester I/2015 hanya Rp4,2 miliar atau masih di bawah 50% terhadap realisasi investasi 2014.

"Realisasi investasi pada 2014 mencapai Rp1,1 triliun sebagian besar dari industri tekstil dan manufaktur. Jadi tahun ini agak berat," katanya, Rabu (2/9/2015).

Menurutnya, dengan kondisi ekonomi nasional yang lesu tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk bisa menjaring investor dalam negeri maupun asing karena semuanya masih menunggu. 

Saat ini, pihaknya hanya berharap supaya perusahaan yang ada di Cimahi bisa bertahan dan terus beroperasi meskipun perekonomian sedang sulit.

Pemkot Cimahi juga sudah membuka lebar investasi bagi industri tekstil dan produk tekstil yang pernah diberlakukan moratorium perizinannya bagi perusahaan baru beberapa tahun lalu. 

"Prinsipnya sepanjang positif untuk peningkatan ekonomi dan mematuhi ketentuan yang berlaku, khususnya berkaitan dengan Lingkungan Hidup, semua masih bisa difasilitasi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kota Cimahi Roy Sunarya menuturkan saat ini banyak stok barang yang menumpuk di gudang perusahaan, sehingga mayoritas perusahaan memilih mengurangi produksi dan jam kerja pegawai.

"Saat ini perusahaan kesulitan menjual produknya. Jadi produksinya dikurangi, jam kerja dikurangi, agar bisa menekan biaya operasional," ungkap Roy.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, diketahui terdapat lima perusahaan yang akan hengkang dari Cimahi karena biaya produksi yang kian tinggi. 

"Dampaknya akan banyak karyawan yang terpaksa di-PHK, khususnya tenaga kerja kontrak," ujar dia.

 

Tag : investasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top