Jimac Group Bangun Pusat Logistik Alat Berat Sany Asia Pasifik di Batam

Jimac Group, perusahaan nasional penyedia alat berat, bekerja sama dengan Sany Group asal China, mulai merealisasikan pembangunan Pusat Logistik Sany Asia Pacific di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau.
Nurudin Abdullah | 02 September 2015 16:31 WIB
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan (baju batik biru) meletakkan batu pertama pembangunan pusat logistik alat berat Sany, Jimac Group, Rabu (2/9/2015) di Batam. - Bisnis/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, BATAM - Jimac Group, perusahaan nasional penyedia alat berat, bekerja sama dengan Sany Group asal China, mulai merealisasikan pembangunan Pusat Logistik Sany Asia Pasifik di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau.

Peresmian pembangunan pusat logistik itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik Kementrian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, Rabu (2/9/2019).

Peletakan batu pertama tersebut disaksikan Presiden Direktur Jimac Group Benny Kurniajaya dan perwakilan dari Sany Group, serta ketua dan pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Batam Mustofa Widjaja dan Nursyafrudin.

Dirjen Putu mengatakan pembangunan pusat logistik Sany Asia Pacific sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan alat berat dan komponennya guna mendukung maraknya pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Produk alat berat sangat penting perannya untuk mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur, bahkan bisa dikatakan tidak ada pembangunan skala besar yang tidak memanfaatkan alat berat,” katanya.

Sementara itu Beny Kurniajaya, Presdir Jimac Group, mengatakan pihaknya telah lama bekerja sama dengan Sany Group utuk memasok alat berat di Indonesia.

Bahkan, sejak Jimac Group mendapat kepercayaan sebagai distributor tunggal, penjualan alat berat produk Sany di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, hingga pada 1914 menjadi yang tertinggi di dunia.

"Sampai sekarang ini populasi Sany di Indonesia telah mencapai lebih dari 1.000 unit terdiri dari beragam jenis alat berat yang tersebar di seluruh wilayah di Tanah Air," ujarnya.

Dia menjelaskan tingginya populasi Sany tersebut mendorong Sany Group membangun pusat logistik diatas lahan seluas 15 hektar di Batam agar dapat menjangkau dan memberikan kemudahan dalam memenuhi suku cadang bagi semua pelanggannya.

Selain itu, lanjutnya, dalam perkembangannya nanti Sany Group berencana menjadikan pusat logistis Sany Asia Pacific Batam menjadi salah satu lokasi pabriknya di luar China untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia dan kawasan regional Asia Pasifik.

Tag : alat berat, kementerian perindustrian
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top