Kasus Pelindo II, Berawal dari Tingginya Biaya Logistik

Sabirin Saiman, mantan Ketua Administrasi Pelabuhan (Adpel) dan Perum Pelabuhan menyatakan pangkal persoalan Pelindo II ada pada tingginya biaya logistik. Hal tersebut kemudian merembet hingga menyentuh PT Pelindo II.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 12 September 2015  |  12:53 WIB
/Ilustras

Kabar24.com, JAKARTA -- Sabirin Saiman, mantan Ketua Administrasi Pelabuhan (Adpel) dan Perum Pelabuhan menyatakan pangkal persoalan Pelindo II ada pada tingginya biaya logistik. Hal tersebut kemudian merembet hingga menyentuh PT Pelindo II.

DPR RI saat ini tengah membentuk Panja Pelindo II untuk menguak kasus BUMN pelabuhan itu.

"Saya ingin mencoba menelurusi pangkal persoalan. Ini pertama high cost, biaya logistik tinggi, ini berpangkal dari sana. Lalu diambil ujungnya, yakni dwelling time, bagian kecil dari pelabuhan," ujar Sabirin dalam diskusi bertajuk 'Pelindo Dibongkar Siapa Disasar' diwilayah Cikini, Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Selain itu, Sabirin menyatakan ada salah penafsiran terhadap istilah dwelling time yang selama ini digunakan. Menurut Sabirin, istilah dwelling time adalah proses yang dimulai ketika kapal tiba dipelabuhan, kemudian menjalani proses dokumen, bongkar muat, hingga keluar dari pelabuhan.

Sabirin menambahkan, pelabuhan termasuk dalam rantai sistem logistik secara nasional maupun global. Hal ini membuat biaya logistik mahal.

"Ini lebih masalah teknis operasional, masalah perilaku, itu perilaku importir, dokumen belum tiba, itu belum bisa clearance, masalah perilaku petugas yang terlibat, apa mungkin pelayanan dari terminal," jelasnya.

Sistem manajemen pelabuhan menurut Sabirin juga perlu dibenahi. Sarana dan insfrastruktur sudah jauh memadai dari tahun 1980-an lalu.

"Kondisi pelabuhan sekarang fasilitasnya, kelengkapan dermaga, SDM sudah lebih baik dari dulu. Infrastruktur lebih baik, namun masalah manajemen pelabuhan terulang dari dulu," tambah Sabirin.

Tag : pelindo ii
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top