KEMENTERIAN PUPR: Percepat Konstruksi, Desain dan Tanah Disiapkan Lebih Awal

Pemerintah akan menyiapkan desain proyek dan pengadaan tanah lebih dahulu, khususnya untuk proyek jalan dan jembatan, demi untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada tahun depan.
Emanuel B. Caesario | 19 September 2015 22:40 WIB
Salah satu jembatan yang melintasi Sungai Mahakam. - indonesiakya.com

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah akan menyiapkan desain proyek dan pengadaan tanah lebih dahulu, khususnya untuk proyek jalan dan jembatan, demi untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada tahun depan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W. Husaini menilai kedua hal tersebut merupakan penyebab lambatnya konstruksi jalan dan jembatan di lapangan.

Pembuatan desain proyek menurutnya harus sudah diselesaikan sebelum kegiatan pengerjaan dilakukan. Sehingga nantinya proses konstruksi tinggal berjalan mengikuti desain yang telah ada.

"Harus diakui, seringkali desain dikerjakan bersamaan dengan tahap konstruksi ini tentu menghambat, " kata Hediyanto seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Sabtu (19/9/2015).

Pengadaan lahan juga merupakan aspek yang kerap menghambat pelaksanaan pekerjaan. Idealnya, memang tanah sudah selesai ketika pembangunan akan dimulai. Namun pada kenyataannya, pembebasan tanah menjadi hal yang sulit dan memakan waktu yang lama.

Untuk mendukung percepatan pelaksanaan program dan kegiatan 2016, Ditjen Bina Marga pada bulan lalu juga telah melakukan lelang dini paket pekerjaan Tahun Anggaran 2016. Sebanyak 61 paket dengan total nilai Rp 3,709 triliun telah dilelang yang akan dilanjutkan dengan lelang dini lainnya hingga Desember 2015.

"Ini baru pertama kalinya kita adakan, targetnya dengan lelang dini maka sejak awal tahun kita sudah bisa langsung kerja di lapangan," kata Hediyanto.

Hediyanto mengatakan demi mencapai target penyerapan 100% pada akhir tahun, pihaknya harus melakukan penyerapan 0,7% atau senilai Rp 400 miliar setiap harinya.

Untuk menunjang upaya tersebut, Ditjen Bina Marga memberlakukan pembangunan dengan sistem dua shift setiap harinya. Dengan cara ini, konstruksi bisa dilakukan siang dan malam dengan tetap memastikan ketersediaan alat, material dan pekerjanya.

Hediyanto mengungkapkan pekerjaan di lapangan terbantu dengan kondisi cuaca panas saat ini. "Mohon maaf sebelumnya, meskipun musim panas juga mengakibatkan beberapa hal yang tidak baik saat ini, tapi kami diuntungkan dengan cuaca saat ini karena kami jadi terus bisa bekerja," katanya.

Tag : konstruksi, jembatan
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top