Budi Daya Kakap Putih, Petani Untung 100% Lebih

Kementerian Kelautan dan Perikanan optimistis target produksi kakap budi daya sebesar 590.000 ton pada 2019 dapat tercapai melalui pengembangan teknologi pembenihan.nn
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 24 September 2015  |  16:13 WIB
Kakap Putih. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan optimistis target produksi kakap budi daya sebesar 590.000 ton pada 2019 dapat tercapai melalui pengembangan teknologi pembenihan.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto mengatakan kementerian mematok target pertumbuhan produksi 17% ikan kakap per tahun hingga 2019. Bila target tahun ini sebanyak 312.500 ton maka pada 2019 diharapkan produksi mencapai hingga 590.000 ton.

“Potensi kakap masih cukup luas. Kakap merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budi daya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (23/9/2015).

KKP, kata Slamet, menggenjot produksi kakap dengan diversifikasi dan teknologi komoditas budi daya laut. Adapun, salah satu jenis kakap yang menjadi andalah adalah kakap putih.

Untuk itu, KKP telah mengembangkan Demonstration Farm (Demfarm) budidaya kakap putih karamba jaring apung (KJA) di Perairan Belawan, Sumatera Utara. Demfarm dilakukan dengan melibatkan Kelompok Pembudi daya Ikan Putra Jala Senastri dan dilakukan pada 36 lubang KJA. 

Masyarakat setempar dapat menduplikasi teknologi yang diterapkan sehingga diperoleh hasil yang maksimal. “Di KJA percontohan ini kami memberikan bantuan awal berupa benih, pakan, dan jaring,” kata Slamet.

Dia mengklaim kementeriannya telah menguasai teknologi pembenihan dan pembesaran kakap putih melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Teknologi tersebut akan disebarluaskan kepada masyarakat agar usaha budi daya kakap putih lebih efisien dan menguntungkan.

“Harga jual kakap putih cukup bersaing, sekitar Rp60.000–70.000 per kilogram. Dengan waktu budi daya sekitar 6 bulan dari ukuran benih tebar sampai ukuran 500 gram atau dua ekor satu kilogram,” ujarnya.

Salah seorang pembudi daya kakap putih, Effendi atau A Seng, menilai pasar kakap putih, khususnya pasar lokal, masih terbuka lebar. Dia mengatakan di restoran kakap putih dibanderol Rp140.000/kg.

Adapun, biaya produksi budi daya berkisar Rp23.000–Rp25.000 per kg. Sementara harga jual di KJA adalah Rp60.000/kg. “Keuntungannya lebih dari 100%. Jadi usaha budi daya ikan kakap putih ini memiliki prospek yang cerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara Zonni Waldi menuturkan potensi lahan budi daya provinsi itu mencapai 100.000 hektare, tetapi baru dimanfaatkan 0,5%. Daerah-daerah yang potensial a.l. Serdang Bedagai, Deli Serdang, Kota Medan, dan Langkat.

Waldi berharap perikanan budi daya dapat menjadi sumber penghasilan alternatif bagi nelayan. Pasalnya, selama ini para penjala ikan tersebut belum bisa mendapatkan penghasilan tetap karena kegiatan melaut tergantung musim.

Tahun lalu, Sumut memproduksi 466 ton kakap atau meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2013 produksi mencapai 437 ton, naik dari 2012 sebesar 425 ton.

Tag : kkp, budi daya, kakap putih
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top